Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya

Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya, Andrea Dovizioso akan selekasnya memutus lanjutan periode depannya di MotoGP untuk minggu ini. Apa dia akan istirahat dahulu atau siap jadi pembalap test?

Untuk Agustus lalu, Andrea Dovizioso  telah ditanggung tidak akan membalap bersama-sama Ducati pada musim depan, sesudah persetujuan kontrak baru tidak berhasil terwujud. Slot yang ditinggal dianya serta Danilo Petrucci akan diisi oleh Jack Miller serta Francesco Bagnaia.

Pembalap 34 tahun itu juga terancam mangkir di MotoGP 2021, karena semua bangku pembalap telah terisi. Sekarang ini, tinggal 1 bangku di Aprilia yang belumlah ada pemiliknya, tetapi Motorsport memberikan laporan Dovizioso tidak sempat menimbang dianya masuk dengan Aprilia musim depan.

Jika demikian, pilihan sisa di MotoGP ialah jadi pembalap test. Sepanjang beberapa minggu paling akhir, Yamaha, Honda, serta KTM diberitakan telah merajut contact dengan manager Dovizioso, Simone Battistella, untuk mengulas peluang pria dari Italia itu jadi pembalap test mereka.

Yang pasti, siapa saja yang pengin menggunakan layanan Dovizioso selaku pembalap test nampaknya harus memberinya tempat untuk dapat tampil di gelaran lain, misalnya motocross, karena itu yang diharapkannya.

Disamping itu, Dovizioso diprediksi akan menyaksikan team yang mana dapat memberikannya bangku untuk balapan di MotoGP 2022.

“Apakah yang diharapkan Andrea ialah dapat mengikut gelaran balapan di lain pada tahun ini,” kata Battistella. “Kami akan membuat keputusan akhir untuk minggu ini,” tambahnya.

Bila menyaksikan ketentuan yang Dovizioso ingin dan pilihan yang ada, kesempatannya lumayan besar masuk selaku tes pembalap Yamaha, gantikan Jorge Lorenzo. Bila memutuskan Yamaha, dia mempunyai peluang masuk gantikan Valentino Rossi, yang kontraknya bersama-sama Yamaha cuman sampai 2021.

Sesaat untuk KTM, mereka nampaknya telah senang dengan Dani Pedrosa selaku pembalap test. Disamping itu, KTM umumnya lebih mengutamakan menggunakan pembalap didikan mereka sendiri untuk bertanding di MotoGP, hingga kecil kesempatan masuk dengan pabrikasi Austria itu.

Honda sebenarnya menjadi pilihan memikat buat Dovizioso, tetapi mereka nampaknya tidak ingin dia turut gelaran lain seperti motocross, karena akan mempunyai potensi memunculkan luka buatnya.

Ini Pemicu Manchester United Belum Stabil vs Scott McTominay

Ini Pemicu Manchester United Belum Stabil vs Scott McTominay, Pemain tengah Manchester United, Scott McTominay mulai bicara berkenaan inkonsistensi perform Setan Merah pada awal musim 2020/21. McTominay mengaku secara singkat pra musim United punyai peran besar akan hal tersebut.

Manchester United jalani start yang cukup jelek pada awal musim 2020/21. Mereka kalah di 2 dari 3 pertandingan pertama mereka di EPL, di mana gawang mereka jebol 11 kali.

Tetapi kemudian, United pernah raih 2 kemenangan menantang Newcastle serta PSG. Tetapi mereka ditahan Chelsea 0-0 diakhir minggu tempo hari.

McTominay menyebutkan jika inkonsistensi perform MU karena pra musim mereka yang cepat. “Saya pikir pra musim kami kesempatan ini benar-benar minimum,” membuka McTominay

Sembuhkan Kesehatan

Dengan pra musim yang minim itu, McTominay menyebutkan harus teamnya harus mengembalikan kesehatan di laga sebenarnya serta itu sebetulnya tidak bagus.

“Kami cuman punyai 1 pertandingan eksperimen menantang Aston Villa, serta itu benar-benar kurang. Keadaan ini berlangsung sebab pandem ivirus ini.”

“Untuk kami, laga yang ada saat ini ialah kesempatan untuk kami untuk kembali lagi bugar. Saya individu berasa jika sasaran kami pada awal musim ialah bagaimana untuk kembali pada perform terhebat kami.”

Telah Lebih baik

McTominay memandang jika untuk sekarang ini situasi teamnya telah makin lebih baik. Dia memandang jumlahnya laga yang ditempuh MU dalam 2 bulan akhir membuat mereka telah makin bugar.

“Saat ini team ini telah ada di tingkat kesehatan yang betul serta tiap pemain kami lagi berusaha memberi yang terhebat di tiap laga.”

“Seluruh orang berusaha untuk bermain di team ini. Saya berasa seluruh pemain kami betul-betul konsentrasi untuk menjadi sisi dari team ini serta menjaga status mereka.” katanya.

Pertandingan Selanjutnya

Manchester United akan kembali lagi bermain di Liga Champions untuk pagi hari kelak. Mereka akan melayani RB Leipzig di laga ke-2 babak group Liga Champions musim ini.

Belum Sempat Menang, Joan Mir Dapat Juara Dunia MotoGP 2020?

Belum Sempat Menang, Joan Mir Dapat Juara Dunia MotoGP 2020?, Joan Mir berada di status paling depan dalam persaingan perebutan titel juara dunia MotoGP 2020. Antiknya, pembalap Suzuki itu tidak pernah menang sekalinya musim ini.

Suzuki benar-benar menjadi heboh tertentu musim ini saat mereka ada pada perebutan gelar juara, baik itu klassemen pembalap, konstruktor atau team. Mangkirnya pembalap Repsol Honda Marc Marquez benar-benar punya pengaruh besar.

Kompetisi antarpebalap di tiap serinya terus seru, terhitung ada 8 pembalap yang telah menjadi juara di 11 seri berlainan. Joan Mir Dapat Juara Dunia Suzuki musim ini baru saja sekali tempatkan pembalapnya di tribune pertama kali, yaitu Alex Rins di MotoGP Aragon minggu kemarin.

Tetapi, yang bernama pertandingan satu musim itu, stabilitas ialah yang penting. Berbicara masalah stabilitas karena itu Joan Mir ialah yang terhebat dalam hal itu. Bagaimana tidak, Mir sekarang menempati posisi teratas klassemen MotoGP tiada sekalinya sempat menang!

Dari 11 balapan berakhir, Mir 2x retire di Jerez serta Republik Ceko. Tetapi, bekasnya Mir sanggup menyelesaikan 9 balapan dengan perincian 3x runner-up di Austria, Emilia-Romagna, serta Catalunya, lalu 3x tribune ke-3 di San Marino, Aragon serta Teruel, lalu sekali finish ke-5, ke-4, serta kesebelas.

Selesai finish ke-3 untuk balapan MotoGP Teruel, Minggu (25/10/2020) malam WIB, Mir sekarang kokoh di pucuk klassemen pembalap dengan 137 point, unggul 14 angka dari Fabio Quartararo di urutan ke-2.

Walau sebenarnya Quartararo telah 3x menang serta 4x raih pole position. Sayang, Quartararo seringkali finish di luar tribune kecuali 3 kemenangan itu, terhitung sekali retire serta finish ke-18 di Aragon minggu kemarin.

Dengan 3 seri sisa, Mir ringkas menggenggam kendalian juara walau jaraknya dengan Alex Rins di urutan ke-6 “hanya” 32 point. Tidak pernah ada pembalap yang menjadi juara dunia MotoGP tiada memenangkan 1 juga seri sepanjang satu musim.

“Yang penting ialah menjadi juara dunia, sekalinya tiada sempat menang satu musim. Jujur ini hari saya cuman pengin finish tribune sebab saya ketahui susah untuk finish pertama kali, dari start di posisi keduabelas. Saya usaha untuk jaga waktu sepanjang balapan, saya secepat-cepatnya mendahului beberapa pembalap lain untuk ada di muka serta memotong jarak dengan pimpinan balapan,” tutur Mir.

“Tetapi, saya hanya mampu sampai di sana saja. Saya benar-benar tidak pikirkan masalah klassemen waktu balapan diawali, lalu saya sadar jika susah untuk dapat dekati alex serta Franco. Jadi saya memutuskan tidak untuk mengambil efek supaya terlepas dari jatuh,” sambung Joan Mir.

Statistik Menunjukkan Jika Arsenal Miskin Kreasi, Kangen Mesut Ozil

Statistik Menunjukkan Jika Arsenal Miskin Kreasi, Kangen Mesut Ozil, Arsenal kembali lagi tampil jadi team yang miskin kreasi waktu bertemu Leicester City. Di titik ini, figur Mesut Ozil juga muncul selaku pemain yang punyai imajinasi tinggi di atas lapangan.

Arsenal bertemu Leicester City di minggu ke enam Premier League. Ke tanding di Stadion Emirates, Arsenal kalah dari score 0-1 dari gol Jamie Vardy.

Hasil ini membuat Arsenal ada dalam desakan. Karena, ini jadi kekalahan ke-2 dengan berturut-turut yang didapatkan The Gunners di Premier League. Minggu kemarin mereka kalah atas Man City.

Keadaan semakin sulit bila menyaksikan agenda Arsenal ke beberapa laga di depan. Arsenal akan bertemu musuh susah seperti Manchester United, Aston Villa, serta Leeds United di gelaran Premier League.

Miskin Kreasi

Pertandingan menantang Leicester City sudah memperlihatkan jika Arsenal miskin kreasi, terutamanya ke set ke-2 . Karena, dalam catatan Squawka, The Gunners cuman punyai 1 kesempatan sejauh 45 menit. Benar-benar minim. Walau sebenarnya, ke set pertama kali, club asal London Utara sanggup melepas 10 tembakan.

Squawka menulis jika Arsenal cuman mengkreasi 17 kesempatan ke set ke-2 sampai minggu ke enam Premier League. Jumlah yang paling minim. Cuman 1 club yang tambah jelek dari Arsenal, Fulham.

Selaku info, Fulham sekarang ini ada di status sangat bawah klassemen Premier League serta tidak pernah menang.

Kreasi jelas jadi permasalahan penting Arsenal. Tetapi, ke beberapa pertandingan, mereka dapat sembunyi dari permasalahan itu melalui ketajaman Pierre-Emerick Aubameyang. Tetapi, waktu si bomber sedang jalani hari jelek, karena itu Arsenal juga menderita

Kangen Mesut Ozil?

Mikel Arteta punyai banyak pilihan di baris tengah Arsenal supaya lebih kreatif. Tetapi, selama ini Dani Ceballos serta Thomas Partey belum memperlihatkan performa yang sama keinginan. Partey perlu waktu untuk penyesuaian.

Nicolas Pepe masihlah jauh dari kata memberikan kepuasan. Sedang, Bukayo Saka belum sanggup tampil stabil. Willian, yang diinginkan jadi jalan keluar kreasi gempuran juga belum sanggup mengemban peranan yang penting ini.

Lalu, apa Arsenal harus kangen ke Mesut Ozil?

Kenyataannya, Mesut Ozil jadi salah satunya pemain sangat kreatif. Semenjak musim 2006/2007, seperti dicatat Squawka, cuman ada 2 pemain yang lebih kreatif dibandingkan Ozil dalam soal mengkreasi kesempatan yaitu Dimitry Payet serta Lionel Messi.

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati, Andrea Dovizioso belum tampil optimal di latihan menjelang MotoGP Teruel. Dia berasa pergerakan Ducati-nya tidak banyak berbeda dibanding balapan MotoGP Aragon minggu kemarin.

Dalam balapan di Circuit MotorLand Aragon ke 18 Oktober lalu, Dovizioso hanya dapat finish ketujuh, sesudah start di posisi ke-13. Walau hasil itu lumayan baik bila menyaksikan status awalannya, tetapi pembalap Italia itu tidak senang.

Masalahnya catatan waktunya sepanjang latihan tidak demikian baik, juga begitu waktu kwalifikasi. Mengakibatkan dia juga tidak berhasil berkompetisi untuk merampas tribune.

Di MotoGP Teruel yang diadakan di MotorLand Aragon, Dovizioso sebenarnya pengin melakukan perbaikan catatan waktunya. Bila dapat start di baris depan, kesempatannya naik tribune atau menang jelas akan jadi membesar, apa lagi dia sedang membidik titel juara dunia musim ini.

Tetapi bila menyaksikan 2 free practice yang telah dilewati, hasilnya dapat disebut menyebalkan. Di Free Practice I, Dovizioso cuman tempati posisi ke-16. Dia tertaut 1,328 detik dari Alex Marquez yang ada di posisi paling atas dengan 1 menit 48,184 detik.

Hasil di Free Practice II tidak lebih bagus. Dia ada di posisi ke-18 dengan beda 1,458 detik dari Takaaki Nakagami yang mencatat waktu paling cepat, yaitu 1 menit 47,782 detik.

“Saya mengharap raih hasil lebih dari beberapa kompetitor, tetapi yang berlangsung justru kebalikannya,” kata Dovizioso.

Simak juga: MotoGP 2020: Alex Marquez Sekarang Sudah Berbeda
“Anginnya tidak membantu ini hari (Jumat), kemungkinan beberapa pembalap Ducati sedikit lebih kesusahan dibanding beberapa pesaing. Tidak tahu sich, tetapi yang saya yakini semacam itu. Beberapa pembalap Honda percaya motor mereka bagus di track ini serta mereka bertambah cepat dibanding lainnya.”

“Pace yang mereka bikin ini hari edan, 2 pembalap Suzuki bagus, mereka cepat. Permasalahannya, kami tidak alami perkembangan serta tetap kesusahan hadapi angin. Kami ada juga permasalahan kecil pada siang hari, karena itu saya tidak dapat banyak latihan serta tidak dapat banyak mengetes ban soft.”

“Semula itu sasaran kami, sebab kami percaya punyai kekuatan dengan menggunakan ban soft. Tetapi untuk betul-betul percaya kami harus coba 23 lap. Saya berpikir kecepatan kami sama juga dengan minggu kemarin, sedang team lain lebih baik,” keluh pembalap 34 tahun itu.

Manchester United versus Chelsea, Edinson Cavani Dapat Tampil

Manchester United versus Chelsea, Edinson Cavani Dapat Tampil, Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberi info berkaitan situasi teamnya menjelang tanding menantang Chelsea. Dia menyebutkan Edinson Cavani siap bermain di pertandingan ini.

Cavani adalah salah satunya perekrutan terkini United pada musim panas tempo hari. Dia diambil jadi free agent sesudah dia tidak perpanjang kontraknya bersama-sama PSG.

Cavani sendiri baru berlatih pada awal minggu tempo hari sesudah mengakhiri proses karantina. Dia tidak dibawa di laga menantang PSG sebab dia disebutkan belum bugar benar untuk bermain.

Solskjaer memverifikasi jika si penyerang siap bermain di pertandingan melawan Chelsea ini. “Saya pikir Harry, Mason serta Edinson dapat bermain untuk laga esok,” membuka Solskjaer yang diambil Manchester Evening. Baca tanggapan komplet si manager berikut ini.

Belum Bugar 100%

Tetapi Solskjaer memberikan indikasi jika Cavani peluang tidak bakal menjadi starter. Sebab dia memandang situasi si penyerang belum juga seutuhnya bugar untuk bermain.

“Edinson perlu penuhi seluruhnya faktor dalam program latihannya supaya dia siap bermain serta membuat imbas untuk team ini.”, “Saya akan bicara dengannya ini hari, begitu halnya Mason serta Harry.”

Ada Peluang

Tetapi Solskjaer tidak tutup peluang untuk Cavani menjadi starter di pertandingan menantang Chelsea.

Dia menyebutkan akan mengawasi situasi si penyerang lebih dulu di session latihan untuk tentukan apa dia siap bermain atau mungkin tidak.

“Pagi hari ini kami akan mengadakan session latihan, di mana ini penyiapan paling akhir kami sebelumnya laga. Tetapi saya tekankan mereka bertiga punyai peluang [untuk jadi starter musuh Chelsea].” katanya.

Balas Dendam

MU sendiri punyai visi balas sakit hati waktu temu Chelsea. Pasalnya akhir kali ke-2 team ini bertemu, Chelsea singkirkan MU di semi final FA Cup.

Joan Mir Selalu Rileks Walau Memimpin Klassemen MotoGP 2020

Joan Mir Selalu Rileks Walau Memimpin Klassemen MotoGP 2020, Joan Mir sekarang ini merajai pucuk klassemen sesaat MotoGP 2020. Pembalap team Suzuki Ecstar itu tidak ingin memusingkan masalah itu serta konsentrasi mengincar kemenangan.

Mir menempati urutan ke-3 di MotoGP Aragon yang berjalan hari Minggu (18/10/2020). Pembalap Spanyol itu ada di belakang Alex Rins serta Alex Marquez yang semasing tempati rangking pertama kali serta ke-2 . Joan Mir Selalu Rileks

Hasil itu menambahkan koleksi point Mir jadi 121 point dari 10 race yang sudah diiringi. Pembalap 23 tahun itu sukses geser Fabio Quartararo dari pucuk klassemen sesaat dengan margin 6 point.

Perolehan Joan Mir tempati pucuk klassemen sesaat lumayan menarik. Sepanjang sepuluh balapan ini, ia tidak pernah sekalinya raih tribune pertama kali.

Meskipun tidak pernah keluar jadi yang paling cepat, Mir dapat dibuktikan makin stabil masuk tempat ke-2 atau ke-3 . Juara Moto3 2017 itu terdaftar jadi pembalap paling banyak yang naik tribune, yaitu 5 kali.

Dengan 4 balapan sisa, Mir juga diunggulkan dapat akhiri MotoGP 2020 dengan gelar juara. Di tengah-tengah harapan itu, ia belum ingin memikir muluk-muluk raih juara serta lebih membidik kemenangan pertamanya.

“Memang betul kami memperlihatkan stabilitas yang serius. Ini kemungkinan sisi paling sulit dari kejuaraan, terus naik tribune walau dengan sedikit permasalahan,” kata Mir, dikutip dari Speedweek.

“Makin gampang waktu motor serta semua berjalan prima, tetapi yang penting ialah memperoleh hasil yang bagus, bahkan juga waktu anda berupaya keras. Itu kenapa saya pimpin sekarang ini, saya pikir hal itu jadi kunci sejauh balapan ini,” ia menambah.

“Disamping itu pendekatan saya ke Kejuaraan Dunia; Saya mengikut balapan untuk balapan, saya tidak begitu pikirkan gelar juara. Tetapi, saya inginkan makin di tiap race,”.

“Daripada pembalap lain, saya kemungkinan tidak kebanyakan pikirkannya. Saya inginkan gelar seperti mereka, tetapi saya makin membidik kemenangan,” begitu kata Joan Mir masalah kesempatannya raih jawara MotoGP 2020.

‘Saya Berasa Bersalah Jika Chelsea Kecolongan Banyak Gol’

‘Saya Berasa Bersalah Jika Chelsea Kecolongan Banyak Gol‘, Catatan pertahanan Chelsea yang demikian jelek membuat hati si kapten, Cesar Azpilicueta, jadi teriris. Chelsea Kecolongan Banyak Gol Pria berdarah Spanyol itu tuntut beberapa rekannya untuk lebih bagus lagi saat hadapi gempuran musuh.

Permasalahan ini sebetulnya telah nampak semenjak musim tempo hari. Dalam panggung di Premier League saja, Chelsea kecolongan 54 gol dari 38 laga. Untungnya mereka mampu finish di rangking keempat.

Jadi perbedaan, catatan kecolongan Chelsea di musim tempo hari tidak lebih bagus dari Brighton. Serta harus dipahami jika Brighton harus berusaha susah payah untuk menghindar zone kemunduran.

Chelsea datangkan Edouard Mendy, Thiago Silva, sampai Ben Chilwell untuk menangani persoalan ini. Sayang, selama ini, the Blues baru mencatat 1x clean

Azpilicueta Berasa Bersalah

Tidak hanya jadi kapten, Azpilicueta harus juga ikut bertanggungjawab atas permasalahan ini. Karena dia seringkali dipercayai oleh Frank Lampard untuk menjaga bagian kanan pertahanan Chelsea.

Tentunya, dia berasa bersalah waktu menyaksikan teamnya kecolongan banyak gol. Oleh karena itu, Azpilicueta mengharap partnernya tidak untuk perpanjang catatan jelek itu waktu bertemu dengan Sevilla.

“Waktu anda loyo dengan pertahanan, kadang kami berasa harus cetak 3 sampai 4 gol di tiap laga. Jadi bek, saya berasa bersalah waktu kecolongan banyak gol,” tutur Azpilicueta diambil dari Goal International.

“Kami harus mengatur kekeliruan individual serta dengan kelompok memutuskan yang lebih bagus. Sepanjang musim, anda tidak akan bermain dengan cantik serta menang 3 atau 4 gol tiap laga,” sambungnya.

Merepotkan Beberapa Striker

Sepanjang kondisinya belum berbeda, baris serangan Chelsea akan memperoleh beban yang berat. Karena mereka harus cetak banyak gol supaya the Blues dapat bawa pulang 3 point dari tiap laga.

“Ini ialah permasalahan yang perlu kami tuntaskan dengan kelompok serta pribadi. Kadang anda dapat berhasil lolos, tetapi anda tidak dapat tergantung di tiap laga untuk cetak 3 gol,” sambungnya.

“Anda pun harus memperoleh clean sheet. Penting untuk keyakinan team untuk mempunyai soliditas ini. Kami harus memperoleh stabilitas tidak untuk kecolongan gol.”

“Waktu anda punyai soliditas di pertahanan, itu akan memberikan dorongan untuk semua team, ke pemain menyerbu untuk membuat kesempatan,” tandas bekas pemain Marseille itu.

Sesudah 20 Tahun, Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP Lagi

Sesudah 20 Tahun, Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP Lagi,
Walau tidak juara di MotoGP Aragon, Joan Mir memahat riwayat untuk Suzuki. Untuk kali pertamanya dalam 20 tahun, pembalap Suzuki pimpin klassemen MotoGP.

Joan Mir mengawali balapan di Ciudad del Motor de Aragon, Alcaniz, dari urutan ke-6. Bersamaan jalannya balapan, Joan Mir tembus zone tribune serta tempati urutan ke-2 sesudah mendahului Maverick Vinales di tengah lap ke-14.

Tetapi, di beberapa lap paling akhir, Joan Mir dilalui oleh Alex Marquez serta turun ke urutan ke-3. Selanjutnya, ia finish di urutan ke-3 ada di belakang Alex Rins yang menjadi juara serta Alex Marquez yang tempati posisi ke-2 .

Meskipun begitu, finish ke-3 telah cukup buat mengantarkan Joan Mir ke pucuk klassemen pembalap geser Fabio Quartararo. Ia sekarang pimpin klassemen pembalap MotoGP 2020 dengan 125 point unggul 10 point dari Quartararo.

Quartararo sendiri peroleh hasil anjlok di MotoGP Aragon. Walau mengawali balapan dari status paling depan, pembalap Petronas Yamaha itu tidak peroleh point sesudah cuman finish di posisi ke-18.

Naiknya Joan Mir ke pucuk klassemen pembalap MotoGP jadi catatan istimewa untuk Suzuki. Awalnya, pembalap Suzuki paling akhir yang pimpin klassemen pembalap ialah Kenny Roberts di 2000.

“Di 7-8 lap paling akhir saya mulai alami permasalahan dengan sisi depan motor. Temperaturnya terpanas di sejauh akhir minggu serta ambil opsi yang pas untuk balapan, jika Anda ada di belakang seorang itu tidak gampang. Perform saya selanjutnya turun di 6 lap paling akhir,” tutur Joan Mir selesai balapan.

“Benar-benar sayang sebab dalam bagian-bagian balapan saya berasa benar-benar kuat. Tetapi hari ini bukanlah harinya untuk menang, tetapi hari untuk merampas pucuk klassemen pembalap. Jadi benar-benar suka karena itu.”

“Kami akan coba melakukan perbaikan permasalahan dibagian paling akhir supaya lebih bagus diakhir minggu kedepan,” tuturnya.

Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP 2020, Joan Mir sekalipun belum memenangkan balapan musim ini. Perolehan terbaik ialah 3x finish runner-up di MotoGP Austria, MotoGP Emilia Romagna, serta MotoGP Catalunya.

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard, Chelsea menyongsong musim 2020/21 dengan jor-joran datangkan deretan pemain baru di bursa transfer musim panas. Faktanya: Eden Hazard.

Menurut manager Chelsea, Frank Lampard, berbelanja jor-joran itu dilaksanakan club untuk kompensasi untuk keperginya Eden Hazard ke Real Madrid musim kemarin.

Sepanjang 7 tahun menguatkan Chelsea, pemain sayap Belgia itu sudah jadi salah satunya pemain terhebat di Eropa. Saat Chelsea melepaskannya ke Madrid, mereka automatis kehilangan salah satunya pemain terbaik.

Musim kemarin, Chelsea masih dikenakan sangsi larangan transfer, serta Lampard juga harus meramu team dengan tim yang ada. Tetapi, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4.

Musim Ini

Musim ini, sesudah kembali lagi bebas beraktivitas transfer, Chelsea telah datangkan deretan pemain bermutu. Hakim Ziyech, Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, Edouard Mendy, Thiago Silva, sampai Malang Sarr telah mereka hadirkan.

“Kami kehilangan pemain yang kemungkinan adalah salah satunya yang terhebat di liga [Hazard],” kata Lampard, seperti diambil Goal International. “Tahun kemarin, kami tidak dapat berbelanja pemain, jadi kami konsentrasi ke lapangan.”

“Team-team yang diunggulkan masuk 6 besar telah belanja tahun kemarin, serta belanja lagi tahun ini.”

“Beberapa pemain yang telah mereka hadirkan tahun kemarin punyai peluang lebih bagus untuk bersatu dengan team. Team-team di atas kami telah membuat tim lama.”

“Kami pengin membuat tim kami. Kami sudah melepaskan 2 jendela transfer, serta saat ini kami sudah datangkan beberapa pemain yang kami nilai dapat membuat kami bertambah kuat,” tambah Lampard.

Desakan? Desakan Apa?

Musim kemarin, dengan tim yang dapat disebut terbatas, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4 di Premier League. Musim ini, sesudah berbelanja jor-joran, Lampard jelas diinginkan memberikan prestasi lebih bagus.

Apa Lampard merasai desakan yang besar?

“Saya memahami, sebab demikianlah sepak bola,” katanya. “Kami perlu waktu untuk proses ini.” “Tetapi, kami pengin mematahkannya serta mengharap dapat menyaksikan hasilnya selekasnya.”

“Walau demikian, keinginan-harapan yang ada tidak semestinya jadi permasalahan untuk kami. Mengapa Anda pengin tangani Chelsea, atau bermain untuk Chelsea, bila tidak pengin merasai desakan atau tuntutan untuk berhasil? Oleh karenanya, sia-sia saja bermain untuk club ini.”

“Saya buka diri untuk semuanya tuntutan. Tetapi, kami tidak bisa membuatnya beban. Kami harus kerja keras serta merealisasikannya,” keras manager Chelsea itu.