Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa, Joan Mir tidak terbeban walau jadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020. Dia memandang juara atau mungkin tidak musim ini masih mengagumkan buatnya.

Mir sukses mencetak kemenangan pertama kalinya di MotoGP 2020 habis jadi yang paling cepat pada seri MotoGP Eropa di Circuit Ricardo Tormo, Valencia. Kemenangan ini membuat Suzuki Ecstar ini makin kokoh di pucuk klassemen.

Dia kumpulkan 162 point unggul 37 point dari rangking ke-2 serta ke-3 yakni pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan rekanan Segrupnya, Alex Rins, yang sama kumpulkan 125 point. Dengan 2 seri sisa, Mir beberapa langkah kembali merampas titel juara dunia MotoGP 2020.

Keadaan ini bak pisau bermata dua untuk pria 23 tahun ini. Kecuali mendatangkan keyakinan diri, desakan menemani Mir untuk menjadi yang terhebat. Mir Masih Luar Biasa

Mir akui siap hadapi desakan itu serta konsentrasi di dua seri paling akhir. Dia usaha untuk tidak terbeban dengan hal itu. Juara Moto3 2017 ini memperjelas jika juara dunia atau mungkin tidak musim ini teruslah mengagumkan buatnya.

“Saya pikir kami telah memperlihatkan jika desakan bukan permasalahan besar untuk kami,” kata Mir diambil dari Jatuh.

“Yang tentu kami mempunyai desakan. Kami bermain dengan hidup kami serta kami harus betul-betul konsentrasi dari sesuatu yang kami kerjakan.  “Itu ialah pekerjaan kami. Untungnya, saya tidak betul-betul tertekan. Desakan ini memberi imbas yang bagus untuk saya.”

“Sebab tahun ini, bila saya memenangi (gelar), itu akan baik untuk saya. Tetapi, bila saya tidak menang, itu akan jadi tahun yang bagus,” terangnya. Mir benar-benar mendatangkan cerita bak dongeng pada musim ini. Pada awal musim ini, terang tidak ada yang menduga dianya bisa menjadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020.

Ingat, dia 2x tidak berhasil finish di tiga seri awalnya musim ini pada MotoGP Spanyol serta Republik Ceko. Semua kebimbangan untuk Mir itu selanjutnya baru beralih menjadi ketakjuban di beberapa seri selanjutnya.

Stabilitas jadi kunci Mir melejit ke pucuk klassemen pembalap walau baru raih tribune pertama di MotoGP Eropa (balapan keduabelas). Sesudah MotoGP Republik Ceko, dia cuman 2x tidak berhasil naik tribune yakni di MotoGP Styrian (rangking keempat) serta MotoGP Prancis (rangking kesebelas).

Kita tunggu saja, apa Mir sanggup jaga stabilitasnya di dua seri paling akhir? Sekalian, tutup aksi luar umumnya musim ini dengan titel juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *