‘Saya Berasa Bersalah Jika Chelsea Kecolongan Banyak Gol’

‘Saya Berasa Bersalah Jika Chelsea Kecolongan Banyak Gol‘, Catatan pertahanan Chelsea yang demikian jelek membuat hati si kapten, Cesar Azpilicueta, jadi teriris. Chelsea Kecolongan Banyak Gol Pria berdarah Spanyol itu tuntut beberapa rekannya untuk lebih bagus lagi saat hadapi gempuran musuh.

Permasalahan ini sebetulnya telah nampak semenjak musim tempo hari. Dalam panggung di Premier League saja, Chelsea kecolongan 54 gol dari 38 laga. Untungnya mereka mampu finish di rangking keempat.

Jadi perbedaan, catatan kecolongan Chelsea di musim tempo hari tidak lebih bagus dari Brighton. Serta harus dipahami jika Brighton harus berusaha susah payah untuk menghindar zone kemunduran.

Chelsea datangkan Edouard Mendy, Thiago Silva, sampai Ben Chilwell untuk menangani persoalan ini. Sayang, selama ini, the Blues baru mencatat 1x clean

Azpilicueta Berasa Bersalah

Tidak hanya jadi kapten, Azpilicueta harus juga ikut bertanggungjawab atas permasalahan ini. Karena dia seringkali dipercayai oleh Frank Lampard untuk menjaga bagian kanan pertahanan Chelsea.

Tentunya, dia berasa bersalah waktu menyaksikan teamnya kecolongan banyak gol. Oleh karena itu, Azpilicueta mengharap partnernya tidak untuk perpanjang catatan jelek itu waktu bertemu dengan Sevilla.

“Waktu anda loyo dengan pertahanan, kadang kami berasa harus cetak 3 sampai 4 gol di tiap laga. Jadi bek, saya berasa bersalah waktu kecolongan banyak gol,” tutur Azpilicueta diambil dari Goal International.

“Kami harus mengatur kekeliruan individual serta dengan kelompok memutuskan yang lebih bagus. Sepanjang musim, anda tidak akan bermain dengan cantik serta menang 3 atau 4 gol tiap laga,” sambungnya.

Merepotkan Beberapa Striker

Sepanjang kondisinya belum berbeda, baris serangan Chelsea akan memperoleh beban yang berat. Karena mereka harus cetak banyak gol supaya the Blues dapat bawa pulang 3 point dari tiap laga.

“Ini ialah permasalahan yang perlu kami tuntaskan dengan kelompok serta pribadi. Kadang anda dapat berhasil lolos, tetapi anda tidak dapat tergantung di tiap laga untuk cetak 3 gol,” sambungnya.

“Anda pun harus memperoleh clean sheet. Penting untuk keyakinan team untuk mempunyai soliditas ini. Kami harus memperoleh stabilitas tidak untuk kecolongan gol.”

“Waktu anda punyai soliditas di pertahanan, itu akan memberikan dorongan untuk semua team, ke pemain menyerbu untuk membuat kesempatan,” tandas bekas pemain Marseille itu.

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard, Chelsea menyongsong musim 2020/21 dengan jor-joran datangkan deretan pemain baru di bursa transfer musim panas. Faktanya: Eden Hazard.

Menurut manager Chelsea, Frank Lampard, berbelanja jor-joran itu dilaksanakan club untuk kompensasi untuk keperginya Eden Hazard ke Real Madrid musim kemarin.

Sepanjang 7 tahun menguatkan Chelsea, pemain sayap Belgia itu sudah jadi salah satunya pemain terhebat di Eropa. Saat Chelsea melepaskannya ke Madrid, mereka automatis kehilangan salah satunya pemain terbaik.

Musim kemarin, Chelsea masih dikenakan sangsi larangan transfer, serta Lampard juga harus meramu team dengan tim yang ada. Tetapi, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4.

Musim Ini

Musim ini, sesudah kembali lagi bebas beraktivitas transfer, Chelsea telah datangkan deretan pemain bermutu. Hakim Ziyech, Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, Edouard Mendy, Thiago Silva, sampai Malang Sarr telah mereka hadirkan.

“Kami kehilangan pemain yang kemungkinan adalah salah satunya yang terhebat di liga [Hazard],” kata Lampard, seperti diambil Goal International. “Tahun kemarin, kami tidak dapat berbelanja pemain, jadi kami konsentrasi ke lapangan.”

“Team-team yang diunggulkan masuk 6 besar telah belanja tahun kemarin, serta belanja lagi tahun ini.”

“Beberapa pemain yang telah mereka hadirkan tahun kemarin punyai peluang lebih bagus untuk bersatu dengan team. Team-team di atas kami telah membuat tim lama.”

“Kami pengin membuat tim kami. Kami sudah melepaskan 2 jendela transfer, serta saat ini kami sudah datangkan beberapa pemain yang kami nilai dapat membuat kami bertambah kuat,” tambah Lampard.

Desakan? Desakan Apa?

Musim kemarin, dengan tim yang dapat disebut terbatas, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4 di Premier League. Musim ini, sesudah berbelanja jor-joran, Lampard jelas diinginkan memberikan prestasi lebih bagus.

Apa Lampard merasai desakan yang besar?

“Saya memahami, sebab demikianlah sepak bola,” katanya. “Kami perlu waktu untuk proses ini.” “Tetapi, kami pengin mematahkannya serta mengharap dapat menyaksikan hasilnya selekasnya.”

“Walau demikian, keinginan-harapan yang ada tidak semestinya jadi permasalahan untuk kami. Mengapa Anda pengin tangani Chelsea, atau bermain untuk Chelsea, bila tidak pengin merasai desakan atau tuntutan untuk berhasil? Oleh karenanya, sia-sia saja bermain untuk club ini.”

“Saya buka diri untuk semuanya tuntutan. Tetapi, kami tidak bisa membuatnya beban. Kami harus kerja keras serta merealisasikannya,” keras manager Chelsea itu.

Arsene Wenger: Kemungkinan Saya Begitu Lama di Arsenal

Arsene Wenger: Kemungkinan Saya Begitu Lama di Arsenal, Arsene Wenger akan diingat untuk salah satunya pelatih paling baik dalam riwayat Arsenal. Ia mengeluarkan segala hal untuk club saat kerja disana, yang menurut dia sekarang kemungkinan terlalu berlebih.

Bagaimana tidak, Wenger habiskan 22 tahun mengatasi The Gunners. Ia baru pergi di akhir musim 2017/18 lantas, rekor yang mengagumkan.

Ia diketahui dengan catatan The Invincibles terbaik, persistensi bermain di Liga Champions dari musim ke musim hingga kemudian tidak berhasil pada musim 2016/17.

Kepergian Wenger termasuk pahit, ia dipaksa fans untuk tinggalkan kedudukannya sesudah tidak berhasil meningkatkan club. Sekarang gantian Wenger yang bicara masalah 22 tahunnya disana.

Kemungkinan kelamaan

Wenger tahu sedikit pelatih yang dapat memperoleh privilese kelihatannya, yaitu mengatasi team semasa beberapa puluh tahun. Tetapi, sekarang ia juga mengetahui jika kemungkinan 22 tahun kelamaan untuk satu club.

“Kemungkinan saya bertahan kelamaan [di Arsenal]. Saya tidak percaya. Tetapi, saya jaga loyalitas seperti hari pertama saya,” membuka Wenger ke The Times.

“Saya anggap saya sudah menuntun team lewat periode susah secara benar-benar sukses.”

“Pada beberapa titik orang mengatakan Anda begitu tua, tetapi mereka tidak betul-betul lihat apakah yang Anda kerjakan. Saya layani club sedapat mungkin,” paparnya.

Pahami

Walau kepergiannya tidak manis, tanpa ada piala serta dengan tekanan fans, Wenger akui tidak simpan rasa sedih. Dia paham bagaimana tempat serta kemauan fans, serta karenanya ia ikhlas mundur secara baik.

“Club berasa jika seharusnya saya stop. Saya tetap pahami ide jika itu dapat berlangsung. Supporter tidak suka lagi, beberapa dari mereka,” sambung Wenger.

“Anda dapat pahaminya, di titik spesifik, 22 tahun, beberapa orang ingin perkembangan,” tutupnya.