Nicolas Jarry Dilarang Bertanding Selama 11 Bulan

Enchantedceiling.com, Berita Tenis – Petenis peringkat 100 besar, Nicolas Jarry telah mendapatkan larangan bertanding selama 11 bulan akibat melakukan doping oleh International Tennis Federation (ITF).

Petenis berkebangsaan Chili, Jarry untuk sementara waktu dilarang bertanding pada bulan Januari lalu setelah mengonsumsi dua substansi yang terdapat dalam daftar substansi terlarang WADA (World Anti Doping Agency), yakni ligandrol dan stanzolol. Hal tersebut terbukti dari sample urin yang ia berikan untuk diperiksa ketika mewakili Chili di Davis Cup Final, Madrid yang digelar November musim lalu.

Nicolas Jarry Dilarang Bertanding Selama 11 Bulan

Setelah dilakukan investigasi, pihak ITF menyatakan bahwa mereka menerima penjelasan petenis berusia 24 tahun, Jarry tentang bagaimana ligandrol dan stanzolol memasuki sistem tubuhnya. Jarry mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi multivitamin yang dibuat di Brazil dan multivitamin tersebut direkomendasikan oleh dokternya karena multivitamin tersebut seharusnya bebas dari substansi-substansi terlarang.

Meski Jarry bisa membebaskan diri dari kesalahan atau kelalaian atas pelanggarannya, ITF masih memberlakukan sanksi. Ia akan kehilangan hadiah uang dan poin peringkat yang didapatnya di Davis Cup dan turnamen selanjutnya.

Jarry yang mencapai peringkat 38 dunia pada Juli musim lalu, akan dengan bebas melanjutkan kariernya pada 15 November mendatang. Saat ini ia menghuni peringkat 89 dunia.

“Dengan kesadaran penuh, saya memberi tahu anda bahwa kami bisa membuktikan diri dalam investigasi yang dilakukan ITF bahwa substansi terlarang yang teridentifkasi dalam tes berasal dari laboratorium di Brazil yang mengkontaminasi multivitamin saya,” ungkap Jarry melalui Twtter.

“Saya telah menerima sanksi larangan bertanding selama 11 bulan yang diberikan ITF.”

Dalam pernyataannya, pihak ITF memperingati bahayanya menggunakan suplemen dari Amerika Selatan.

Aryna Sabalenka Melaju ke Semifinal Qatar Open Doha

Enchantedceiling.com, Berita Tenis – Petenis unggulan kesembilan, Aryna Sabalenka mengatasi kondisi yang berangin dan permainan apik petenis non unggulan, Zheng Saisai demi melaju ke semifinal kedua pada musim ini di Qatar Open, Doha.

Aryna Sabalenka Melaju ke Semifinal Qatar Open Doha

Petenis berkebangsaan Belarusia, Sabalenka harus kecolongan sert pertama dan tertinggal di set ketiga sebelum menyegel kemenangan 3-6, 7-6, 6-3 atas Zheng dalam waktu 2 jam 21 menit.

Sabalenka pernah menelan kekalahan pahit dari Zheng pada pertemuan pertama mereka di final San Jose pada Agustus musim lalu, tetapi kini Sabalenka telah mengklaim dua kemenangan secara beruntun atas Zheng.

“Saya merasa mengawali laga dengan apik dan bisa melepaskan pukulan ke area yang saya inginkan,” ujar unggulan teratas asal Australia itu.

“Kemudian, di set kedua, Garbine sukses memperbaiki permainannya sehingga saya terpojok. Karenanya, saya senang akhirnya bisa meraih kemenangan setelah tampil lebih baik di set ketiga,” imbuhnya.

Sabalenka juga mengakui bahwa ia telah meremehkan Zheng pada pertemuan pertama yang mereka lakoni, tetapi ia telah belajar untuk tidak melakukannya lagi.

“Sebelum final di San Jose, saya tidak benar-benar memperkirakan level seperti itu darinya,” kenang Sabalenka. “Saya tahu bahwa ia akan berlari dengan baik dan mengembalikan banyak bola, tetapi saya tidak memperkirakan level seperti itu dan bola-bola darinya akan membuat anda tidak nyaman.”

Berdiri di antara Sabalenka dan satu tempat di partai puncak adalah petenis unggulan keempat, Belinda Bencic atau petenis veteran Rusia, Svetlana Kuznetsova.