Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya

Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya, Andrea Dovizioso akan selekasnya memutus lanjutan periode depannya di MotoGP untuk minggu ini. Apa dia akan istirahat dahulu atau siap jadi pembalap test?

Untuk Agustus lalu, Andrea Dovizioso  telah ditanggung tidak akan membalap bersama-sama Ducati pada musim depan, sesudah persetujuan kontrak baru tidak berhasil terwujud. Slot yang ditinggal dianya serta Danilo Petrucci akan diisi oleh Jack Miller serta Francesco Bagnaia.

Pembalap 34 tahun itu juga terancam mangkir di MotoGP 2021, karena semua bangku pembalap telah terisi. Sekarang ini, tinggal 1 bangku di Aprilia yang belumlah ada pemiliknya, tetapi Motorsport memberikan laporan Dovizioso tidak sempat menimbang dianya masuk dengan Aprilia musim depan.

Jika demikian, pilihan sisa di MotoGP ialah jadi pembalap test. Sepanjang beberapa minggu paling akhir, Yamaha, Honda, serta KTM diberitakan telah merajut contact dengan manager Dovizioso, Simone Battistella, untuk mengulas peluang pria dari Italia itu jadi pembalap test mereka.

Yang pasti, siapa saja yang pengin menggunakan layanan Dovizioso selaku pembalap test nampaknya harus memberinya tempat untuk dapat tampil di gelaran lain, misalnya motocross, karena itu yang diharapkannya.

Disamping itu, Dovizioso diprediksi akan menyaksikan team yang mana dapat memberikannya bangku untuk balapan di MotoGP 2022.

“Apakah yang diharapkan Andrea ialah dapat mengikut gelaran balapan di lain pada tahun ini,” kata Battistella. “Kami akan membuat keputusan akhir untuk minggu ini,” tambahnya.

Bila menyaksikan ketentuan yang Dovizioso ingin dan pilihan yang ada, kesempatannya lumayan besar masuk selaku tes pembalap Yamaha, gantikan Jorge Lorenzo. Bila memutuskan Yamaha, dia mempunyai peluang masuk gantikan Valentino Rossi, yang kontraknya bersama-sama Yamaha cuman sampai 2021.

Sesaat untuk KTM, mereka nampaknya telah senang dengan Dani Pedrosa selaku pembalap test. Disamping itu, KTM umumnya lebih mengutamakan menggunakan pembalap didikan mereka sendiri untuk bertanding di MotoGP, hingga kecil kesempatan masuk dengan pabrikasi Austria itu.

Honda sebenarnya menjadi pilihan memikat buat Dovizioso, tetapi mereka nampaknya tidak ingin dia turut gelaran lain seperti motocross, karena akan mempunyai potensi memunculkan luka buatnya.

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati, Andrea Dovizioso belum tampil optimal di latihan menjelang MotoGP Teruel. Dia berasa pergerakan Ducati-nya tidak banyak berbeda dibanding balapan MotoGP Aragon minggu kemarin.

Dalam balapan di Circuit MotorLand Aragon ke 18 Oktober lalu, Dovizioso hanya dapat finish ketujuh, sesudah start di posisi ke-13. Walau hasil itu lumayan baik bila menyaksikan status awalannya, tetapi pembalap Italia itu tidak senang.

Masalahnya catatan waktunya sepanjang latihan tidak demikian baik, juga begitu waktu kwalifikasi. Mengakibatkan dia juga tidak berhasil berkompetisi untuk merampas tribune.

Di MotoGP Teruel yang diadakan di MotorLand Aragon, Dovizioso sebenarnya pengin melakukan perbaikan catatan waktunya. Bila dapat start di baris depan, kesempatannya naik tribune atau menang jelas akan jadi membesar, apa lagi dia sedang membidik titel juara dunia musim ini.

Tetapi bila menyaksikan 2 free practice yang telah dilewati, hasilnya dapat disebut menyebalkan. Di Free Practice I, Dovizioso cuman tempati posisi ke-16. Dia tertaut 1,328 detik dari Alex Marquez yang ada di posisi paling atas dengan 1 menit 48,184 detik.

Hasil di Free Practice II tidak lebih bagus. Dia ada di posisi ke-18 dengan beda 1,458 detik dari Takaaki Nakagami yang mencatat waktu paling cepat, yaitu 1 menit 47,782 detik.

“Saya mengharap raih hasil lebih dari beberapa kompetitor, tetapi yang berlangsung justru kebalikannya,” kata Dovizioso.

Simak juga: MotoGP 2020: Alex Marquez Sekarang Sudah Berbeda
“Anginnya tidak membantu ini hari (Jumat), kemungkinan beberapa pembalap Ducati sedikit lebih kesusahan dibanding beberapa pesaing. Tidak tahu sich, tetapi yang saya yakini semacam itu. Beberapa pembalap Honda percaya motor mereka bagus di track ini serta mereka bertambah cepat dibanding lainnya.”

“Pace yang mereka bikin ini hari edan, 2 pembalap Suzuki bagus, mereka cepat. Permasalahannya, kami tidak alami perkembangan serta tetap kesusahan hadapi angin. Kami ada juga permasalahan kecil pada siang hari, karena itu saya tidak dapat banyak latihan serta tidak dapat banyak mengetes ban soft.”

“Semula itu sasaran kami, sebab kami percaya punyai kekuatan dengan menggunakan ban soft. Tetapi untuk betul-betul percaya kami harus coba 23 lap. Saya berpikir kecepatan kami sama juga dengan minggu kemarin, sedang team lain lebih baik,” keluh pembalap 34 tahun itu.