Marc Marquez Bisa ‘Peringatan’ Ini dari Bekas Dokter MotoGP

Marc Marquez Bisa ‘Peringatan’ Ini dari Bekas Dokter MotoGP, Marc Marquez masih jalani step penyembuhan luka lengannya. Bekas dokter MotoGP memberikannya peringatan berkaitan keadaannya, bila pengin cepat pulih.

Marquez ditegaskan tutup kejuaraan dunia MotoGP 2020 bisa lebih cepat. Luka lengannya, yang didapatkan di MotoGP Spanyol, memaksakan menyisih nyaris satu musim.

Di Circuit Jerez Juli lalu, Marquez alami jatuh di Turn 3. Dia jatuh dari motor Honda RC213V kepunyaannya dalam kecepatan 149 km/jam, yang membuat alami patah tulang humerus atau tulang lengan sisi atasnya.

Marquez sempat jalani operasi pada Juli. Sempat jalani pemulihan, juara dunia MotoGP 6x itu selanjutnya luka di tempat yang serupa kembali, sebab lengannya digunakan buka jendela.

Operasi yang ke-2 itu membuat Marquez menyisih lama. The Baby Alien sampai harus melepaskan tersisa kejuaraan MotoGP 2020, yang membuat gelar pemenangnya sekarang terlepas ke tangan Joan Mir.

Dr Claudio Costa, pendiri Clinica Mobile, menyorot keadaan Marc Marquez. Costa memandang masihlah ada permasalahan hasil dari operasi ke-2 Marquez.

Pembalap Spanyol itu didiagnosis alami pseudoarthrosis, atau keadaan proses pengobatan tulang karena patah tidak berjalan sama gagasan alias susah bersatu. Buat menanganinya, Marquez dianjurkan jalani operasi ke-3 , yang membuat keikutsertannya di test pramusim 2021 terancam juga.

“Marc alami patah tulang humerus di wilayah di atas saraf, jadi dari pemikiran ini, semestinya tidak ada permasalahan. Humerus yang dioperasionalkan dengan skrup dan plat memerlukan waktu tiga bulan untuk pulih, tapi kadang koalisi memerlukan waktu semakin lama dan dalam masalah terjelek Ini bisa mengakibatkan tidak berhasilnya tulang bersatu,” kata Costa ke GP One.

“Bila ini ialah satu penangguhan, kita bisa menantinya bahkan tiga bulan kembali. Tapi kita bicara mengenai seorang pembalap yang perlu kembali lagi di track di akhir Februari.

“Bila tulang Marc belum bersatu, pemulihannya akan lama. Ia sudah pasti dioperasi saat ini. Bila ia harus jalani operasi saat ini, karena itu ia nyaris tidak siap untuk test pramusim. Anda harus benar-benar waspada dengan waktu pemulihan,” ucapnya.

Agenda test pramusim MotoGP 2021 telah dikeluarkan, walau masih memiliki sifat sebentar. Test akan diawali di Malaysia pada 14-16 Februari 2021, dan Qatar pada 10-12 Maret 2021.

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa, Joan Mir tidak terbeban walau jadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020. Dia memandang juara atau mungkin tidak musim ini masih mengagumkan buatnya.

Mir sukses mencetak kemenangan pertama kalinya di MotoGP 2020 habis jadi yang paling cepat pada seri MotoGP Eropa di Circuit Ricardo Tormo, Valencia. Kemenangan ini membuat Suzuki Ecstar ini makin kokoh di pucuk klassemen.

Dia kumpulkan 162 point unggul 37 point dari rangking ke-2 serta ke-3 yakni pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan rekanan Segrupnya, Alex Rins, yang sama kumpulkan 125 point. Dengan 2 seri sisa, Mir beberapa langkah kembali merampas titel juara dunia MotoGP 2020.

Keadaan ini bak pisau bermata dua untuk pria 23 tahun ini. Kecuali mendatangkan keyakinan diri, desakan menemani Mir untuk menjadi yang terhebat. Mir Masih Luar Biasa

Mir akui siap hadapi desakan itu serta konsentrasi di dua seri paling akhir. Dia usaha untuk tidak terbeban dengan hal itu. Juara Moto3 2017 ini memperjelas jika juara dunia atau mungkin tidak musim ini teruslah mengagumkan buatnya.

“Saya pikir kami telah memperlihatkan jika desakan bukan permasalahan besar untuk kami,” kata Mir diambil dari Jatuh.

“Yang tentu kami mempunyai desakan. Kami bermain dengan hidup kami serta kami harus betul-betul konsentrasi dari sesuatu yang kami kerjakan.  “Itu ialah pekerjaan kami. Untungnya, saya tidak betul-betul tertekan. Desakan ini memberi imbas yang bagus untuk saya.”

“Sebab tahun ini, bila saya memenangi (gelar), itu akan baik untuk saya. Tetapi, bila saya tidak menang, itu akan jadi tahun yang bagus,” terangnya. Mir benar-benar mendatangkan cerita bak dongeng pada musim ini. Pada awal musim ini, terang tidak ada yang menduga dianya bisa menjadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020.

Ingat, dia 2x tidak berhasil finish di tiga seri awalnya musim ini pada MotoGP Spanyol serta Republik Ceko. Semua kebimbangan untuk Mir itu selanjutnya baru beralih menjadi ketakjuban di beberapa seri selanjutnya.

Stabilitas jadi kunci Mir melejit ke pucuk klassemen pembalap walau baru raih tribune pertama di MotoGP Eropa (balapan keduabelas). Sesudah MotoGP Republik Ceko, dia cuman 2x tidak berhasil naik tribune yakni di MotoGP Styrian (rangking keempat) serta MotoGP Prancis (rangking kesebelas).

Kita tunggu saja, apa Mir sanggup jaga stabilitasnya di dua seri paling akhir? Sekalian, tutup aksi luar umumnya musim ini dengan titel juara.