Jadi Pemain Paling mahal Chelsea, Kai Havertz Tidak Berasa Terbeban

Jadi Pemain Paling mahal Chelsea, Kai Havertz Tidak Berasa Terbeban, Kai Havertz dihadirkan Chelsea dengan bandrol tinggi. Tetapi, bukti ini malah tidak membuat Havertz terbeban.

Havertz jadi bintang di transfer bursa musim panas kemarin. Banyak club disebutkan tertarik menggunakan jasanya sesudah tampil mengagumkan bersama Bayer Leverkusen. Pemain dari Jerman itu pada akhirnya jatuhkan opsi ke Chelsea. Club asal London itu keluarkan 80 juta euro untuk memperoleh Havertz.

Nilai sebesar itu jadikan Havertz selaku pemain paling mahal dalam sejauh riwayat Chelsea. Akhir kali The Blues lakukan pembelian mahal ialah waktu datangkan Kepa Arrizabalaga beberapa musim kemarin.

Tidak Terbeban

Berkaitan besarnya harga transfer dianya, Havertz akui tidak jadi masalah. Dia sekarang ini cuman pengin bermain baik untuk club anyarnya.

“Demikianlah langkah kerja pasar sepak bola. Saya tidak dapat meredamnya. Itu penyebabnya saya tidak ingin begitu pikirkannya,” kata Havertz. “Saya coba bermain sepakbola secara baik. Saya tidak pikirkan ongkos transfer saya saat saya masuk di lapangan.”

Kagumi Lampard

Havertz akui benar-benar mengagumi akan Frank Lampard. Havertz bahkan juga menyaratkan jika peluang belajar pada bos Chelsea itu begitu susah untuk ditampik. “Saya terus berkesan dengan teror cetak golnya. Saya menyaksikan hal tersebut mengagumkan untuk seorang pemain tengah,” tambah havertz.

“Itu sebagai ukuran saya sendiri. Bukti jika ia demikian berhasil serta di saat yang serupa demikian memikat membuat saya berkesan.” Selama ini Kai Havertz telah bermain sekitar 10 kali untuk Chelsea di seluruh gelaran pertandingan. Dia menyumbang 4 gol serta tiga assist.

Hakim Ziyech Brilian, Mason Mount: Pemain Hebat!

Hakim Ziyech Brilian, Mason Mount: Pemain Hebat!, Chelsea bisa berbangga diri menyaksikan pembuktian satu diantara pemain baru mereka, Hakim Ziyech. Bekas pemain sayap Ajax Amsterdam ini dapat dibuktikan tampil cemerlang untuk pertandingan-pertandingan paling akhir.

Ziyech pernah melepaskan beberapa waktu awalnya musim ini sebab luka lutut. Kiprahnya mau tak mau diundur, serta kebenaran Chelsea juga masih meraba-raba gabungan terhebat.

Pemain sayap berdarah Maroko-Belanda ini selanjutnya tampil cemerlang untuk tanding melawan Krasnodar di Liga Champions, serta kembali lagi memikat saat Chelsea menaklukkan Burnley 3-0 akhir minggu kemarin.

Hadirnya Hakim Ziyech Brilian dipercaya akan membuat gempuran Chelsea lebih beragam. Ini juga dianggap oleh rekanan segrupnya, Mason Mount.

Pemain teratas!

Mount terpesona menyaksikan Ziyech langsung menunjukkan diri untuk beberapa laga kiprahnya. Ziyech tidak cuma bermain bagus, ia juga memberi gol serta assists, yang pasti benar-benar menolong team.

“Pemain berkualitas dunia, terang nampak saat ia masuk serta cetak gol untuk pertandingan awalnya (vs Krasnodar) serta cetak gol kembali untuk kiprah Premier League-nya. Ia pemain cemerlang,” kata Mount ke Kilat.

“Benar-benar membahagiakan bermain bersama ia, benar-benar cerdas bawa bola. Ia memberi beberapa hal untuk team. Ia pemain yang sangatlah baik.”

Kemenangan untuk Pulisic

Sayang kemenangan 3-0 atas Burnley tempo hari harus mengonsumsi korban. Chelsea kehilangan Christian Pulisic yang menanggung derita luka untuk sesion pemanasan saat sebelum laga.

“Saya berasa kasihan untuk Christian. Ia merasai permasalahan untuk otot hamstringnya di sesion pemanasan, jadi mudah-mudahan ia dapat selekasnya sembuh,” ikat Mount. Hakim Ziyech

“Ia pemain mengagumkan. Kami mempersembahkan kemenangan ini hari buatnya.”

“Minggu tempo hari berjalan susah dengan 3 pertandingan datang. Kami banyak melancong jadi kami tidak punyai cukup waktu menyembuhkan diri, tetapi ini hari kami tampil oke” ujarnya.

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard

Fakta Chelsea Berbelanja Jor-joran: Eden Hazard, Chelsea menyongsong musim 2020/21 dengan jor-joran datangkan deretan pemain baru di bursa transfer musim panas. Faktanya: Eden Hazard.

Menurut manager Chelsea, Frank Lampard, berbelanja jor-joran itu dilaksanakan club untuk kompensasi untuk keperginya Eden Hazard ke Real Madrid musim kemarin.

Sepanjang 7 tahun menguatkan Chelsea, pemain sayap Belgia itu sudah jadi salah satunya pemain terhebat di Eropa. Saat Chelsea melepaskannya ke Madrid, mereka automatis kehilangan salah satunya pemain terbaik.

Musim kemarin, Chelsea masih dikenakan sangsi larangan transfer, serta Lampard juga harus meramu team dengan tim yang ada. Tetapi, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4.

Musim Ini

Musim ini, sesudah kembali lagi bebas beraktivitas transfer, Chelsea telah datangkan deretan pemain bermutu. Hakim Ziyech, Timo Werner, Kai Havertz, Ben Chilwell, Edouard Mendy, Thiago Silva, sampai Malang Sarr telah mereka hadirkan.

“Kami kehilangan pemain yang kemungkinan adalah salah satunya yang terhebat di liga [Hazard],” kata Lampard, seperti diambil Goal International. “Tahun kemarin, kami tidak dapat berbelanja pemain, jadi kami konsentrasi ke lapangan.”

“Team-team yang diunggulkan masuk 6 besar telah belanja tahun kemarin, serta belanja lagi tahun ini.”

“Beberapa pemain yang telah mereka hadirkan tahun kemarin punyai peluang lebih bagus untuk bersatu dengan team. Team-team di atas kami telah membuat tim lama.”

“Kami pengin membuat tim kami. Kami sudah melepaskan 2 jendela transfer, serta saat ini kami sudah datangkan beberapa pemain yang kami nilai dapat membuat kami bertambah kuat,” tambah Lampard.

Desakan? Desakan Apa?

Musim kemarin, dengan tim yang dapat disebut terbatas, Lampard sanggup bawa Chelsea finish rangking 4 di Premier League. Musim ini, sesudah berbelanja jor-joran, Lampard jelas diinginkan memberikan prestasi lebih bagus.

Apa Lampard merasai desakan yang besar?

“Saya memahami, sebab demikianlah sepak bola,” katanya. “Kami perlu waktu untuk proses ini.” “Tetapi, kami pengin mematahkannya serta mengharap dapat menyaksikan hasilnya selekasnya.”

“Walau demikian, keinginan-harapan yang ada tidak semestinya jadi permasalahan untuk kami. Mengapa Anda pengin tangani Chelsea, atau bermain untuk Chelsea, bila tidak pengin merasai desakan atau tuntutan untuk berhasil? Oleh karenanya, sia-sia saja bermain untuk club ini.”

“Saya buka diri untuk semuanya tuntutan. Tetapi, kami tidak bisa membuatnya beban. Kami harus kerja keras serta merealisasikannya,” keras manager Chelsea itu.