Profile Singkat Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020

Profile Singkat Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020, Joan Mir barusan jadi juara dunia MotoGP 2020. Berikut profile singkat pembalap 23 tahun itu.
Joan Mir terlahir di Mallorca, 1 September 1997. Dia mengawali profesi balapannya dengan tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2013, gelaran yang populer melahirkan bibit-bibit pembalap berpotensi.

Pada musim 2013, Mir finish di posisi ke-9 dengan perolehan 107 point. Dia kembali lagi beraksi di situ pada 2014, dan finish selaku runner-up dengan 194 point. Dia mencetak kemenangan sekitar 3x. Pada 2015, dia berpindah ke gelaran FIM CEV Moto3 Junior World Championship. Dia sebenarnya sempat turun di gelaran ini pada 2013, tetapi cuman tampil di seri Valencia. Pada 2015, dia tampil satu musim penuh, raih empat kemenangan dan finish di posisi ke-4 klassemen akhir.

Pada tahun itu juga dia mulai merasai atmosfer balapan kelas Moto3. Dia tampil sekali bersama Leopard Racing, persisnya di GP Australia, gantikan Hiroki Ono yang luka. Dia tidak berhasil finish saat itu, tetapi kekuatannya cukup nampak di Moto3 Junior, membuat Leopard Racing mempromokannya ke kelas Moto3 secara penuh pada 2016.

Joan Mir dua musim bertanding di Moto3. Pada musim pertama dengan motor KTM, Mir raih sekali kemenangan dalam 18 seri, dan akhiri musim 2016 dengan kumpulkan 144 point dan tempati posisi ke-5 klassemen akhir. Pada tahun selanjutnya, gelar juara dunia pada akhirnya dirasa Mir. Kesempatan ini dengan motor Honda, dia raih 10 kemenangannya atas keseluruhan 18 balapan, membuat mengamankan gelar Moto3 diakhir musim 2017.

Prestasi itu membuat Mir diambil Marc VDS Racing Tim untuk bertanding di Moto2 2018. Dia dikasih kontrak sepanjang 3 tahun. Pada Moto2 2018, Mir tidak sekalinya mencetak kemenangan, tetapi sukses naik tribune 4 kali dari 18 seri. Saat itu, dia tempati posisi ke enam klassemen akhir pembalap dengan 155 point, tetapi Suzuki yang lagi cari alternatif Andrea Iannone ternyata tertarik dengannya. Mir pada akhirnya berpindah ke MotoGP pada 2019 dan memutuskan kontraknya di Marc VDS.

Di MotoGP 2019, Mir mulai berduet dengan Alex Rins yang telah diambil semenjak 2017. Pada musim pertamanya, Mir kalah berkilau dibanding rookie yang lain, yaitu Fabio Quartararo. Pada saat pembalap Prancis itu dapat raih tujuh tribune, Mir tidak berhasil sama sekalipun. Dia tempati posisi keduabelas klassemen akhir dan cuman kumpulkan 92 point. Perolehan terbaik yaitu finish posisi ke-5 di MotoGP Australia. Dia kalah cemerlang dari Rins, yang tempati posisi ke-4 klassemen akhir dengan 205 point.

Dengan yang dicapainya pada 2019, Mir terang tidak difavoritkan di MotoGP 2020. Apa lagi di tiga race pertama, dia jatuh 2x. Banding dengan Quartararo yang raih dua kemenangan. Tetapi siapa kira, Mir sanggup tampil stabil semenjak seri ke-4, yaitu di MotoGP Austria. Dia raih tribune pertama dalam profesinya di MotoGP dengan finish ke-2 . Sesudahnya, stabilitas Mir tidak dapat disaingi siapa saja.

Waktu beberapa nama seperti Quartararo, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, sampai Franco Morbidelli turun naik performnya, tidak begitu hal dengan Mir. Keseluruhan, dia sanggup naik tribune 7x dari 13 seri, satu salah satunya selaku juara (MotoGP Eropa). Dan di MotoGP Valencia, Mir juga mendapatkan ganjaran atas stabilitasnya itu, yaitu titel juara dunia MotoGP 2020. Finish ke-7 cukup mengantar Mir jadi jawara dengan perolehan 171 point dengan 1 seri sisa.

Joan Mir jadi pembalap ke enam yang pernah jadi juara semenjak zaman MotoGP pada 2002, susul Valentino Rossi, Nicky Hayden, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez. Nella Nyqvist tentu saja mempunyai anugerah waktu pada tangannya dan pengetahuan jika ia mempunyai empat tahun untuk membuat medali perunggunya pada tingkat junior.

Dovizioso Istirahat dari MotoGP, Apa Kata Valentino Rossi?

Dovizioso Istirahat dari MotoGP, Apa Kata Valentino Rossi?, Andrea Dovizioso sudah memilih untuk vakum dari MotoGP di 2021. Valentino Rossi tidak terkejut andaikan Dovi tidak comeback ke trek balap kembali.
Keputusan itu diambil Dovizioso sesudah pisah dengan Ducati, team yang telah ia bela sepanjang delapan tahun akhir. Kedua pihak tidak berhasil merajut persetujuan baru yang dipercaya tersangkut keuangan.

Pabrikasi Italia itu lalu menunjuk Pecco Bagnaia untuk isi bangku yang ditinggal Dovizioso. Sesaat sang pembalap pernah dihubungkan dengan Aprilia serta status selaku pembalap penguji Yamaha.

Tetapi, toh Dovizioso oke untuk mundur sesaat dari hingar bingar MotoGP. Sekalinya italiano berumur 34 tahun itu akui tidak tutup peluang untuk comeback jika memperoleh penawaran yang pas.

Valentino Rossi sendiri malas memberi komentar banyak berkenaan keputusan kompatriotnya itu. Tetapi, menurutnya Dovizioso bukan bermakna kehilangan nafsu balapan di MotoGP.

“Itu ialah beberapa hal yang individu, aku juga tidak senang saat pembalap-pebalap lain mengulasku, mereka menjelaskan apa saya semestinya pensiun atau mungkin tidak,” sebut Rossi dikutip GPOne. “Saya dapat ngomong jika usia itu hanya satu dari factor alasan.”

“Andrea ialah seorang fans berat motor serta motocross, jika Anda ke Faenza Anda akan menyaksikan ia lakukan beberapa perputaran serta lakukan barbeku dengan rekan-rekan ia. Nafsu ia tak perlu ditanyakan, tetapi apa yang susah ialah segala hal berputar-putar di seputar MotoGP, sebab segala hal yang tidak ada hubungan dengan motor itu ialah loyalitas serta karena itu Anda pun perlu motivasi untuk melawannya.”

“Menurut pendapatku, dengan tahun yang lowong itu Andrea akan pahami berapa besar ia akan rindukan MotoGP. Selanjutnya, ia telah mengakhiri profesinya kemungkinan ia ingin memutuskan untuk selalu di dalam rumah serta bersenang-senang dengan beberapa temannya,” kata Rossi berkenaan Dovizioso.

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa

Juara Dunia atau Tidak, Mir Masih Luar Biasa, Joan Mir tidak terbeban walau jadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020. Dia memandang juara atau mungkin tidak musim ini masih mengagumkan buatnya.

Mir sukses mencetak kemenangan pertama kalinya di MotoGP 2020 habis jadi yang paling cepat pada seri MotoGP Eropa di Circuit Ricardo Tormo, Valencia. Kemenangan ini membuat Suzuki Ecstar ini makin kokoh di pucuk klassemen.

Dia kumpulkan 162 point unggul 37 point dari rangking ke-2 serta ke-3 yakni pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo dan rekanan Segrupnya, Alex Rins, yang sama kumpulkan 125 point. Dengan 2 seri sisa, Mir beberapa langkah kembali merampas titel juara dunia MotoGP 2020.

Keadaan ini bak pisau bermata dua untuk pria 23 tahun ini. Kecuali mendatangkan keyakinan diri, desakan menemani Mir untuk menjadi yang terhebat. Mir Masih Luar Biasa

Mir akui siap hadapi desakan itu serta konsentrasi di dua seri paling akhir. Dia usaha untuk tidak terbeban dengan hal itu. Juara Moto3 2017 ini memperjelas jika juara dunia atau mungkin tidak musim ini teruslah mengagumkan buatnya.

“Saya pikir kami telah memperlihatkan jika desakan bukan permasalahan besar untuk kami,” kata Mir diambil dari Jatuh.

“Yang tentu kami mempunyai desakan. Kami bermain dengan hidup kami serta kami harus betul-betul konsentrasi dari sesuatu yang kami kerjakan.¬† “Itu ialah pekerjaan kami. Untungnya, saya tidak betul-betul tertekan. Desakan ini memberi imbas yang bagus untuk saya.”

“Sebab tahun ini, bila saya memenangi (gelar), itu akan baik untuk saya. Tetapi, bila saya tidak menang, itu akan jadi tahun yang bagus,” terangnya. Mir benar-benar mendatangkan cerita bak dongeng pada musim ini. Pada awal musim ini, terang tidak ada yang menduga dianya bisa menjadi calon kuat peraup titel juara dunia MotoGP 2020.

Ingat, dia 2x tidak berhasil finish di tiga seri awalnya musim ini pada MotoGP Spanyol serta Republik Ceko. Semua kebimbangan untuk Mir itu selanjutnya baru beralih menjadi ketakjuban di beberapa seri selanjutnya.

Stabilitas jadi kunci Mir melejit ke pucuk klassemen pembalap walau baru raih tribune pertama di MotoGP Eropa (balapan keduabelas). Sesudah MotoGP Republik Ceko, dia cuman 2x tidak berhasil naik tribune yakni di MotoGP Styrian (rangking keempat) serta MotoGP Prancis (rangking kesebelas).

Kita tunggu saja, apa Mir sanggup jaga stabilitasnya di dua seri paling akhir? Sekalian, tutup aksi luar umumnya musim ini dengan titel juara.

Agostini Lebih Tentukan Pensiun Seandainya di Status Rossi Saat ini

Agostini Lebih Tentukan Pensiun Seandainya di Status Rossi Saat ini, Giacomo Agostini memperbandingkan keadaan Valentino Rossi dengan dianya di masa lampau. Ia cenderung pilih pensiun bila ada di keadaan The Doctor sekarang ini.

Rossi ditanggung masih balapan di MotoGP 2021. Pembalap 41 tahun itu sudah tanda-tangani kontrak dengan team Petronas Yamaha untuk seri musim depan.

Keputusan Rossi itu memunculkan kontra dan pro di kelompok fans MotoGP. Beberapa faksi menanyakan apa juara dunia 9x itu sudah ambil langkah yang pas atau mungkin tidak.

Bukan apa-apa, Rossi dipandang telah susah berkompetisi merebutkan gelar juara MotoGP di umur senja. Pembalap Italia hanya itu akhir kali mencicip tribune pertama kali untuk 2017, serta telah puasa gelar semenjak 2009 alias 11 tahun kemarin.

Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, jadi satu diantara yang memiliki pendapat masalah keputusan Valentino Rossi selalu balapan tahun kedepan. Juara dunia 8x di kelas 500cc serta 7 gelar 350cc itu memandang The Doctor tidak dapat dinilai atas opsinya itu.

Di 1 segi, Agostini memberi pandangan berkaitan opsi untuk stop di penghujung profesi. Pria 77 tahun itu akui cenderung pilih menggantung helm di saat dianya telah tidak dapat kembali finish pertama kali seperti awalnya.

“Seluruh orang memikir dengan kepalanya, tiap orang memutus apa yang ia yakini serta bagaimana yang ia rasakan. Bila Valentino masih pengin lagi balapan, beri ia motornya. Kita tidak dapat mengkritiknya,” kata Agostini.

“Bila anda menanyakan ke saya dengan individu, saat saya mulai tidak menang seperti awalnya serta saya cuman finish ke-2 atau ke-3 serta mereka ngomong saya telah usai, itu betul-betul menyakitkan saya,” ia menambah.

“Di titik itu saya memikir bila kemungkinan saya telah capai banyak dalam kehidupan serta datang waktunya untuk memberikan pekerjaan saya ke seseorang. Bukan hal gampang untuk olahragawan untuk tinggalkan olahraganya karenanya ialah suatu hal yang paling dicintainya,”.

“Saya menangis sepanjang 3 hari saat saya memutus pensiun, jadi saya memahami bagaimana susahnya. Tetapi, saya punyai kemampuan untuk melakukan,” tutur Giacomo Agostini masalah Valentino Rossi yang lanjut balapan MotoGP tahun kedepan.

Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya

Dovizioso Jadi Pembalap Test Atau Istirahat Dahulu? Nantikan Jawabnya, Andrea Dovizioso akan selekasnya memutus lanjutan periode depannya di MotoGP untuk minggu ini. Apa dia akan istirahat dahulu atau siap jadi pembalap test?

Untuk Agustus lalu, Andrea Dovizioso  telah ditanggung tidak akan membalap bersama-sama Ducati pada musim depan, sesudah persetujuan kontrak baru tidak berhasil terwujud. Slot yang ditinggal dianya serta Danilo Petrucci akan diisi oleh Jack Miller serta Francesco Bagnaia.

Pembalap 34 tahun itu juga terancam mangkir di MotoGP 2021, karena semua bangku pembalap telah terisi. Sekarang ini, tinggal 1 bangku di Aprilia yang belumlah ada pemiliknya, tetapi Motorsport memberikan laporan Dovizioso tidak sempat menimbang dianya masuk dengan Aprilia musim depan.

Jika demikian, pilihan sisa di MotoGP ialah jadi pembalap test. Sepanjang beberapa minggu paling akhir, Yamaha, Honda, serta KTM diberitakan telah merajut contact dengan manager Dovizioso, Simone Battistella, untuk mengulas peluang pria dari Italia itu jadi pembalap test mereka.

Yang pasti, siapa saja yang pengin menggunakan layanan Dovizioso selaku pembalap test nampaknya harus memberinya tempat untuk dapat tampil di gelaran lain, misalnya motocross, karena itu yang diharapkannya.

Disamping itu, Dovizioso diprediksi akan menyaksikan team yang mana dapat memberikannya bangku untuk balapan di MotoGP 2022.

“Apakah yang diharapkan Andrea ialah dapat mengikut gelaran balapan di lain pada tahun ini,” kata Battistella. “Kami akan membuat keputusan akhir untuk minggu ini,” tambahnya.

Bila menyaksikan ketentuan yang Dovizioso ingin dan pilihan yang ada, kesempatannya lumayan besar masuk selaku tes pembalap Yamaha, gantikan Jorge Lorenzo. Bila memutuskan Yamaha, dia mempunyai peluang masuk gantikan Valentino Rossi, yang kontraknya bersama-sama Yamaha cuman sampai 2021.

Sesaat untuk KTM, mereka nampaknya telah senang dengan Dani Pedrosa selaku pembalap test. Disamping itu, KTM umumnya lebih mengutamakan menggunakan pembalap didikan mereka sendiri untuk bertanding di MotoGP, hingga kecil kesempatan masuk dengan pabrikasi Austria itu.

Honda sebenarnya menjadi pilihan memikat buat Dovizioso, tetapi mereka nampaknya tidak ingin dia turut gelaran lain seperti motocross, karena akan mempunyai potensi memunculkan luka buatnya.

Belum Sempat Menang, Joan Mir Dapat Juara Dunia MotoGP 2020?

Belum Sempat Menang, Joan Mir Dapat Juara Dunia MotoGP 2020?, Joan Mir berada di status paling depan dalam persaingan perebutan titel juara dunia MotoGP 2020. Antiknya, pembalap Suzuki itu tidak pernah menang sekalinya musim ini.

Suzuki benar-benar menjadi heboh tertentu musim ini saat mereka ada pada perebutan gelar juara, baik itu klassemen pembalap, konstruktor atau team. Mangkirnya pembalap Repsol Honda Marc Marquez benar-benar punya pengaruh besar.

Kompetisi antarpebalap di tiap serinya terus seru, terhitung ada 8 pembalap yang telah menjadi juara di 11 seri berlainan. Joan Mir Dapat Juara Dunia Suzuki musim ini baru saja sekali tempatkan pembalapnya di tribune pertama kali, yaitu Alex Rins di MotoGP Aragon minggu kemarin.

Tetapi, yang bernama pertandingan satu musim itu, stabilitas ialah yang penting. Berbicara masalah stabilitas karena itu Joan Mir ialah yang terhebat dalam hal itu. Bagaimana tidak, Mir sekarang menempati posisi teratas klassemen MotoGP tiada sekalinya sempat menang!

Dari 11 balapan berakhir, Mir 2x retire di Jerez serta Republik Ceko. Tetapi, bekasnya Mir sanggup menyelesaikan 9 balapan dengan perincian 3x runner-up di Austria, Emilia-Romagna, serta Catalunya, lalu 3x tribune ke-3 di San Marino, Aragon serta Teruel, lalu sekali finish ke-5, ke-4, serta kesebelas.

Selesai finish ke-3 untuk balapan MotoGP Teruel, Minggu (25/10/2020) malam WIB, Mir sekarang kokoh di pucuk klassemen pembalap dengan 137 point, unggul 14 angka dari Fabio Quartararo di urutan ke-2.

Walau sebenarnya Quartararo telah 3x menang serta 4x raih pole position. Sayang, Quartararo seringkali finish di luar tribune kecuali 3 kemenangan itu, terhitung sekali retire serta finish ke-18 di Aragon minggu kemarin.

Dengan 3 seri sisa, Mir ringkas menggenggam kendalian juara walau jaraknya dengan Alex Rins di urutan ke-6 “hanya” 32 point. Tidak pernah ada pembalap yang menjadi juara dunia MotoGP tiada memenangkan 1 juga seri sepanjang satu musim.

“Yang penting ialah menjadi juara dunia, sekalinya tiada sempat menang satu musim. Jujur ini hari saya cuman pengin finish tribune sebab saya ketahui susah untuk finish pertama kali, dari start di posisi keduabelas. Saya usaha untuk jaga waktu sepanjang balapan, saya secepat-cepatnya mendahului beberapa pembalap lain untuk ada di muka serta memotong jarak dengan pimpinan balapan,” tutur Mir.

“Tetapi, saya hanya mampu sampai di sana saja. Saya benar-benar tidak pikirkan masalah klassemen waktu balapan diawali, lalu saya sadar jika susah untuk dapat dekati alex serta Franco. Jadi saya memutuskan tidak untuk mengambil efek supaya terlepas dari jatuh,” sambung Joan Mir.

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati

MotoGP Teruel: Dovizioso Keluhkan Kecepatan Ducati, Andrea Dovizioso belum tampil optimal di latihan menjelang MotoGP Teruel. Dia berasa pergerakan Ducati-nya tidak banyak berbeda dibanding balapan MotoGP Aragon minggu kemarin.

Dalam balapan di Circuit MotorLand Aragon ke 18 Oktober lalu, Dovizioso hanya dapat finish ketujuh, sesudah start di posisi ke-13. Walau hasil itu lumayan baik bila menyaksikan status awalannya, tetapi pembalap Italia itu tidak senang.

Masalahnya catatan waktunya sepanjang latihan tidak demikian baik, juga begitu waktu kwalifikasi. Mengakibatkan dia juga tidak berhasil berkompetisi untuk merampas tribune.

Di MotoGP Teruel yang diadakan di MotorLand Aragon, Dovizioso sebenarnya pengin melakukan perbaikan catatan waktunya. Bila dapat start di baris depan, kesempatannya naik tribune atau menang jelas akan jadi membesar, apa lagi dia sedang membidik titel juara dunia musim ini.

Tetapi bila menyaksikan 2 free practice yang telah dilewati, hasilnya dapat disebut menyebalkan. Di Free Practice I, Dovizioso cuman tempati posisi ke-16. Dia tertaut 1,328 detik dari Alex Marquez yang ada di posisi paling atas dengan 1 menit 48,184 detik.

Hasil di Free Practice II tidak lebih bagus. Dia ada di posisi ke-18 dengan beda 1,458 detik dari Takaaki Nakagami yang mencatat waktu paling cepat, yaitu 1 menit 47,782 detik.

“Saya mengharap raih hasil lebih dari beberapa kompetitor, tetapi yang berlangsung justru kebalikannya,” kata Dovizioso.

Simak juga: MotoGP 2020: Alex Marquez Sekarang Sudah Berbeda
“Anginnya tidak membantu ini hari (Jumat), kemungkinan beberapa pembalap Ducati sedikit lebih kesusahan dibanding beberapa pesaing. Tidak tahu sich, tetapi yang saya yakini semacam itu. Beberapa pembalap Honda percaya motor mereka bagus di track ini serta mereka bertambah cepat dibanding lainnya.”

“Pace yang mereka bikin ini hari edan, 2 pembalap Suzuki bagus, mereka cepat. Permasalahannya, kami tidak alami perkembangan serta tetap kesusahan hadapi angin. Kami ada juga permasalahan kecil pada siang hari, karena itu saya tidak dapat banyak latihan serta tidak dapat banyak mengetes ban soft.”

“Semula itu sasaran kami, sebab kami percaya punyai kekuatan dengan menggunakan ban soft. Tetapi untuk betul-betul percaya kami harus coba 23 lap. Saya berpikir kecepatan kami sama juga dengan minggu kemarin, sedang team lain lebih baik,” keluh pembalap 34 tahun itu.

Joan Mir Selalu Rileks Walau Memimpin Klassemen MotoGP 2020

Joan Mir Selalu Rileks Walau Memimpin Klassemen MotoGP 2020, Joan Mir sekarang ini merajai pucuk klassemen sesaat MotoGP 2020. Pembalap team Suzuki Ecstar itu tidak ingin memusingkan masalah itu serta konsentrasi mengincar kemenangan.

Mir menempati urutan ke-3 di MotoGP Aragon yang berjalan hari Minggu (18/10/2020). Pembalap Spanyol itu ada di belakang Alex Rins serta Alex Marquez yang semasing tempati rangking pertama kali serta ke-2 . Joan Mir Selalu Rileks

Hasil itu menambahkan koleksi point Mir jadi 121 point dari 10 race yang sudah diiringi. Pembalap 23 tahun itu sukses geser Fabio Quartararo dari pucuk klassemen sesaat dengan margin 6 point.

Perolehan Joan Mir tempati pucuk klassemen sesaat lumayan menarik. Sepanjang sepuluh balapan ini, ia tidak pernah sekalinya raih tribune pertama kali.

Meskipun tidak pernah keluar jadi yang paling cepat, Mir dapat dibuktikan makin stabil masuk tempat ke-2 atau ke-3 . Juara Moto3 2017 itu terdaftar jadi pembalap paling banyak yang naik tribune, yaitu 5 kali.

Dengan 4 balapan sisa, Mir juga diunggulkan dapat akhiri MotoGP 2020 dengan gelar juara. Di tengah-tengah harapan itu, ia belum ingin memikir muluk-muluk raih juara serta lebih membidik kemenangan pertamanya.

“Memang betul kami memperlihatkan stabilitas yang serius. Ini kemungkinan sisi paling sulit dari kejuaraan, terus naik tribune walau dengan sedikit permasalahan,” kata Mir, dikutip dari Speedweek.

“Makin gampang waktu motor serta semua berjalan prima, tetapi yang penting ialah memperoleh hasil yang bagus, bahkan juga waktu anda berupaya keras. Itu kenapa saya pimpin sekarang ini, saya pikir hal itu jadi kunci sejauh balapan ini,” ia menambah.

“Disamping itu pendekatan saya ke Kejuaraan Dunia; Saya mengikut balapan untuk balapan, saya tidak begitu pikirkan gelar juara. Tetapi, saya inginkan makin di tiap race,”.

“Daripada pembalap lain, saya kemungkinan tidak kebanyakan pikirkannya. Saya inginkan gelar seperti mereka, tetapi saya makin membidik kemenangan,” begitu kata Joan Mir masalah kesempatannya raih jawara MotoGP 2020.

Sesudah 20 Tahun, Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP Lagi

Sesudah 20 Tahun, Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP Lagi,
Walau tidak juara di MotoGP Aragon, Joan Mir memahat riwayat untuk Suzuki. Untuk kali pertamanya dalam 20 tahun, pembalap Suzuki pimpin klassemen MotoGP.

Joan Mir mengawali balapan di Ciudad del Motor de Aragon, Alcaniz, dari urutan ke-6. Bersamaan jalannya balapan, Joan Mir tembus zone tribune serta tempati urutan ke-2 sesudah mendahului Maverick Vinales di tengah lap ke-14.

Tetapi, di beberapa lap paling akhir, Joan Mir dilalui oleh Alex Marquez serta turun ke urutan ke-3. Selanjutnya, ia finish di urutan ke-3 ada di belakang Alex Rins yang menjadi juara serta Alex Marquez yang tempati posisi ke-2 .

Meskipun begitu, finish ke-3 telah cukup buat mengantarkan Joan Mir ke pucuk klassemen pembalap geser Fabio Quartararo. Ia sekarang pimpin klassemen pembalap MotoGP 2020 dengan 125 point unggul 10 point dari Quartararo.

Quartararo sendiri peroleh hasil anjlok di MotoGP Aragon. Walau mengawali balapan dari status paling depan, pembalap Petronas Yamaha itu tidak peroleh point sesudah cuman finish di posisi ke-18.

Naiknya Joan Mir ke pucuk klassemen pembalap MotoGP jadi catatan istimewa untuk Suzuki. Awalnya, pembalap Suzuki paling akhir yang pimpin klassemen pembalap ialah Kenny Roberts di 2000.

“Di 7-8 lap paling akhir saya mulai alami permasalahan dengan sisi depan motor. Temperaturnya terpanas di sejauh akhir minggu serta ambil opsi yang pas untuk balapan, jika Anda ada di belakang seorang itu tidak gampang. Perform saya selanjutnya turun di 6 lap paling akhir,” tutur Joan Mir selesai balapan.

“Benar-benar sayang sebab dalam bagian-bagian balapan saya berasa benar-benar kuat. Tetapi hari ini bukanlah harinya untuk menang, tetapi hari untuk merampas pucuk klassemen pembalap. Jadi benar-benar suka karena itu.”

“Kami akan coba melakukan perbaikan permasalahan dibagian paling akhir supaya lebih bagus diakhir minggu kedepan,” tuturnya.

Pembalap Suzuki Memimpin Klassemen MotoGP 2020, Joan Mir sekalipun belum memenangkan balapan musim ini. Perolehan terbaik ialah 3x finish runner-up di MotoGP Austria, MotoGP Emilia Romagna, serta MotoGP Catalunya.

Fabio Quartararo Yakin Diri Tatap MotoGP Prancis 2020

Fabio Quartararo Yakin Diri Lihat MotoGP Prancis 2020, Rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, senang kembali pada Circuit Le Mans untuk tampil di MotoGP Prancis 2020. Dia optimistis dapat mendapatkan hasil optimal dalam balapan yang akan diadakan pada Minggu 11 Oktober 2020, malam WIB.

Fabio Quartararo tiba ke MotoGP Prancis 2020 dengan bawa modal besar. Rider asal Prancis itu barusan memenangi MotoGP Catalunya 2020 yang berjalan di Circuit Catalunya, Barcelona, Minggu 27 September lampau.

Kemenangan di Circuit Catalunya juga memutuskan runtutan hasil kurang memberikan kepuasan Quartararo dalam 5 balapan paling akhir. Menurut Quartararo, kemenangan itu tiba di saat yang pas.

“Ya, pada akhirnya ini ialah peristiwa yang hebat untuk mencetak kemenangan ke-3 saya di Barcelona. Saya berpikir itu waktu yang pas sebab kami alami saat susah di Misano, Brno serta Austria,” tutur Quartararo, menyadur dari situs sah MotoGP.

Kecuali kemenangan di Circuit Catalunya, Quartararo punyai 1 modal lagi, yaitu performanya di MotoGP Prancis 2019. Quartararo punyai kecepatan yang lumayan buat finish di atas tribune pada musim kemarin.

Quartararo sayangnya tidak sanggup mengendalikan pemakaian bannya secara baik hingga kecepatan YZR-M1 turun bersamaan pertambahan jumlah lap. Quartararo pada akhirnya hanya finish ke-8 pada saat itu.

Hasil yang dicapai musim kemarin kurang memberikan kepuasan, tapi kecepatannya sesuai dengan keinginan Quartararo. Rider berusia 21 tahun itu juga mengharap dapat meluncur secepat musim kemarin pada akhir minggu ini.

“Benar-benar membahagiakan dapat kembali pada track yang paling saya gemari. Tahun kemarin di sini benar-benar positif, hasilnya tidak bagus, namun pada balapan kami memperlihatkan kecepatan kami yang baik,” tuturnya.

“Bila kami mengecek waktu perputaran, kami mempunyai kecepatan untuk naik tribune. Itu sangatlah baik, kami mengharap yang serupa tahun ini,” papar rider Petronas SRT itu.

Quartararo harus memetik hasil bagus pada akhir minggu ini untuk menjaga status pertama klassemen sesaat. Bila MotoGP Prancis 2020 usai negatif buatnya, Status pertama Quartararo kemungkinan diambil penghuni status ke-2, Joan Mir (Suzuki Ecstar), yang cuman ketinggalan 8 point darinya.