Liga Champions Bisa Jadi Pemasti Masa Depan Donnarumma di AC Milan

Liga Champions Bisa Jadi Pemasti Masa Depan Donnarumma di AC Milan – Gianluigi Donnarumma diberitakan ingin bertahan di dalam AC Milan namun tanpa Liga Champions, Rossoneri disebutkan akan kesusahan menjaga si penjaga gawang.

Milan berkemauan untuk dapat kembali lagi ke Liga Champions. Sekarang mereka sedikit kembali bisa raih sasaran itu.

Milan sendiri dapat mengambil langkah selama ini karena kontribusi Donnarumma. Namun musim depan ada peluang mereka akan ditinggal penjaga gawang 22 tahun itu.

Karena kontraknya usai pada musim panas 2021 kelak. Milan telah usaha perpanjang periode kerja Donnarumma namun perundingan dengan agennya berjalan ketat.

Donnarumma dan Liga Champions

AC Milan diberitakan telah usaha tawarkan upah sekitaran 8 juta euro per musim. kontrak itu dengan durasi lima tahun.

Tetapi agen Gianluigi Donnarumma yaitu Mino Raiola tidak mau menerimanya. Mereka ngotot ingin dibayarkan 10 juta euro /tahun.

Gazzetta dello Sport menjelaskan, Donnarumma sebenarnya ingin bertahan di dalam Milan. Karena dia benar-benar menyukai Rossoneri.

Namun laporan mereka menambah, tanpa Liga Champions, Milan akan kesusahan menjaga Donnarumma. Karena bila tidak lolos ke persaingan paling elit di Eropa itu, keuangan club akan dipengaruhi.

Juventus dan Donnarumma

Bila Gianluigi Donnarumma cabut dari AC Milan, karena itu dia tidak pakai repot cari club baru. Karena beritanya telah ada beberapa team yang siap menampungnya.

Diantaranya ialah Juventus. Bahkan juga Bianconeri disebutkan siap menumbalkan penjaga gawangnya saat ini yaitu Wojciech Szczesny.

Namun Gazzetta memberikan laporan jika untuk sekarang ini, Juventus belum juga bergerak sama sekalipun.

Mereka disebutkan belum memberi penawaran apa saja pada Donnarumma.

Gianluigi Donnarumma selama ini sudah bermain sekitar 250 kali untuk AC Milan di semua gelaran persaingan. Dia mencatat 87 assist.

Barcelona Akan Lepas Antoine Griezmann di Musim Panas?

Barcelona Akan Lepas Antoine Griezmann di Musim Panas? Sebuah isu baru tiba dari Barcelona. Team asal Catalunya itu dikabarkan akan jual Antoine Griezmann di transfer bursa musim panas kelak.

Di tahun 2019 lalu, Barcelona membuat transfer mengagetkan. Mereka bajak Griezmann dari Atletico Madrid berpenghasilan capai 120 juta Euro.

Dua musim paling akhir, Griezmann memperoleh peranan yang cukup utama di Barcelona. Dia sering dipercayai jadi juru gebrak El Blaugrana.

Dikutip Matteo Moretto, kebersama-samaan Griezmann dan Barcelona mempunyai potensi usai. Karena si penyerang akan dipasarkan Barcelona pada musim panas kelak.

Perform Tidak Optimal

Berdasar laporan itu, team pelatih Barcelona tidak senang dengan performa Griezmann.

Si penyerang dipandang tidak tampil semestinya pemain mahal. Itu kelihatan dari catatan gol dan assistnya yang buruk.

Itu kenapa Barcelona memandang Griezmann ialah pemain surplus hingga dapat dilepaskan pada musim panas kelak.

Mencari Dana

Laporan itu mengeklaim jika Barcelona jual Griezmann karena mereka perlu dana.

Pada musim panas kelak, Barcelona punyai beberapa sasaran transfer. Tetapi dana transfer mereka sekarang ini benar-benar terbatas.

Karena itu pemasaran Griezmann diinginkan dapat memberi tambahan dana transfer untuk El Blaugrana di transfer bursa mendatang.

Mahar Transfer

Kontrak Griezmann di Barcelona masih sisa 3 tahun kembali.

Si penyerang beritanya akan dilepaskan di angka 60 juta Euro.

Telah Saatnya Barcelona Berbicara: Adios, La Liga!

Telah Saatnya Barcelona Berbicara: Adios, La Liga! Barcelona kembali tidak berhasil manfaatkan peluang melonjak ke pucuk klassemen sementara La Liga. Mungkin, team bimbingan Ronald Koeman itu memanglah tidak ditakdirkan jadi juara pada musim ini.

Lionel Messi dkk cukup untung dapat mainkan pertandingan minggu ke-36 terlebih dahulu daripada dua kompetitornya, Atletico Madrid dan Real Madrid. Semestinya, kemenangan dapat membuat dua club itu jadi makin tertekan.

Peluang Barcelona mencetak kemenangan besar sekali, sehubungan mereka cuman bertemu dengan Levante yang menempati papan tengah klassemen. Gol dari Messi dan Pedri membuat Barcelona makin di atas angin.

Tapi, tanpa diakui, Levante sebagai tuan-rumah dapat dalam pertandingan ini dapat memberi perlawanan. Mereka menyamai score jadi 2-2. Ousmane Dembele membuat Barcelona kembali unggul, sampai Serio Leon membubarkan kemenangan mereka.

Barcelona Telah Tamat di Liga

Laga yang diadakan di Estadio Ciudad de Valencia itu juga usai dengan score seimbang 3-3. Barcelona, yang semestinya dapat merampas status pucuk dari Atletico, cuman dapat naik ke urutan ke-2 saja.

Status mereka belum betul-betul aman karena Real Madrid dapat mendahului jika sanggup menaklukkan Granada. Barcelona bisa juga ketinggalan jauh dari Atletico Madrid yang akan bermain menantang Real Sociedad hari Kamis (13/5/2021) esok.

Barcelona cuman dapat pasrah dan memberikan segala hal ke nasib dalam pemburuan gelar La Liga musim ini. Bahkan juga si pemain, Sergio Busquets, kelihatannya telah mengibarkan bendera putih.

“Kami mendapatkan status di mana kami berpikiran telah bermain secara baik, tetapi… liga secara ringkas usai sudah buat kami sekarang ini. Kami sudah bayar kekeliruan kami,” sebut Busquets.

Pergi dengan Perasaan Jelek

Ada beberapa penyesalan yang menyelimutinya pikiran Busquets selesai hadapi Levante barusan. Dia berasa jika teamnya semestinya dapat cetak gol semakin banyak dan tidak kecolongan dengan gampangnya.

“Kami pergi dengan hati jelek. Kami semestinya sanggup cetak gol semakin banyak tetapi hal umumnya terjadi, mereka sanggup cetak gol dengan demikian gampangnya,” sambungnya.

“Persis sama seperti pada beberapa laga awalnya, musuh kami cetak gol gampang. Levante manfaatkan kekeliruan kami, dan itu membuat kami kecolongan.”

Sama ini, Barcelona harus dapat sapu bersih dua pertandingan tersisa bila masih ingin keluar sebagai juara. “Sudah pasti, kesempatan kami memenangi gelar dengan beberapa partai yang masih ada benar-benar kecil,” ujarnya.

Dirugikan Wasit, Zidane: Madrid Semestinya Menang!

Dirugikan Wasit, Zidane: Madrid Semestinya Menang! Zinedine Zidane umumnya coba tutup mulut masalah beberapa keputusan wasit di atas lapangan. Tetapi, ini kali kelihatannya Zidane telah terlampau kecewa.

Senin (10/5/2021), Madrid ditahan seimbang Sevilla dengan score 2-2 dalam tanding kelanjutan La Liga. Di pertandingan berikut beberapa keputusan wasit polemis dan bikin rugi Madrid.

Persisnya pada menit ke-75, saat score masih 1-1, wasit Juan Martinez Munuera harus membuat keputusan besar. Madrid semestinya memperoleh penalti, tetapi awalnya ada sangkaan handball Eder Militao di kotak terlarang Madrid.

Wasit harus putuskan entahlah memberi penalti untuk Madrid atua penalti untuk Sevilla, dan ia pilih memberikan hadiah ke Sevilla.

Keputusan berikut yang membuat Zidane betul-betul geram. Apa ucapnya?

Optimis

Sebelumnya, Zidane memperjelas jika teamnya yakin bisa juara La Liga musim ini. Masihlah ada tiga pertandingan tersisa dan Madrid percaya dapat sapu bersih tiga pertandingan itu.

“Kami berasa optimis. Beberapa pemain memperlihatkan loyalitas mereka, karena mereka ingin memenangkan laga,” kata Zidane.

“Saya suka dengan jalannya laga. Kami akan hadapi tiga laga kembali dan kami akan berusaha sampai akhir.”

“Kami akan bermain kembali pada hari Kamis dan Minggu, dan kami akan konsentrasi ke beberapa laga ini,” paparnya.

Semestinya menang

Keputusan wasit betul-betul membuat Zidane geram. Karena bola sempat pernah sentuh badan Militao lebih dulu, baru sentuh lengannya.

Menurut ketentuan La Liga, semestinya kejadian begitu tidak terhitung handball. Entahlah kenapa wasit berbicara kebalikannya.

“Kita dapat berbicara, Anda [media] dapat menanyakan dan saya dapat menjawab, tetapi tidak ada verifikasi sekarang ini. Kami harus konsentrasi pada tiga pertandingan tersisa,” tegas Zidane.

“Saya kecewa dengan hasil ini, karena kami pantas memperoleh lebih bagus. Beberapa pemain sudah memberi segala hal di atas lapangan dan semestinya pantas menang.”

Dua set

Zidane mengaku pertandingan tidak jalan gampang, tetapi Madrid patut menang atas usaha keras mereka di set ke-2 . Sayang wasit membuat keputusan yang memiliki masalah.

“Kami tidak mengawali laga secara baik, tetapi kondisinya berlainan sesudah gol dan kami berkembang cepat. Kami pantas menang karena perform kami,” tutup Zidane.

Alasan Jose Mourinho Memilih AS Roma

Alasan Jose Mourinho Memilih AS Roma – Dengan CV mentereng, Jose Mourinho semestinya dapat menggarap club lain bernama yang semakin besar daripada AS Roma. Lalu, kenapa pria dari Portugal itu pilih Giallorossi sebagai labuhan selanjutnya?

Mourinho ditegaskan jadi pelatih AS Roma pada Selasa (4/5/2021) malam WIB. Dia akan gantikan Paulo Fonseca yang periode abdinya disetop demikian musim 2020/21 sah usai.

Oleh karena itu, Mourinho tidak akan menggarap Roma sampai periode pra-musim 2021/22 diawali. Dan berdasar sebagian laporan, dia akan menggarap Giallorossi sampai tahun 2024 kedepan.

Informasi ini tiba beberapa minggu sesudah Mourinho sah dikeluarkan oleh club awalnya, Tottenham. Dia bahkan juga sempat pernah memberi kisi-kisi tempat bertambatnya yang baru minggu kemarin, dengan berbicara jika dianya akan menggarap salah satunya pesaing Inter Milan.

Argumen Mourinho Pilih Roma

Saat bicara masalah pesaing Inter Milan, khalayak menyangka jika Mourinho akan latih Juventus musim depan. Raksasa Italia itu memang sering dihubungkan dengan beberapa pelatih terkenal karena banyak yang memandang Andrea Pirlo sudah tidak berhasil melakukan pekerjaannya.

Juventus di rasa pas dengan CV keren yang dipunyai oleh Mourinho. Terang, keputusan Mourinho tergabung dengan Roma cukup mengagetkan. Lalu apa yang memicu ia terima pinangan dari club ibu-kota Italia itu?

“Semangat yang mengagumkan dari penggemar Roma memberikan keyakinan saya untuk terima pekerjaan ini, dan saya tidak sabar ingin mengawali musim depan,” kata Mourinho di website sah club.

Memahami Tekad AS Roma

Disamping itu, Mourinho percaya tergabung dengan AS Roma sesudah terlibat perbincangan dengan direktur club, Tiago Pinto. Mourinho berasa tekad club searah dengan kepunyaannya. Hingga dianya tak perlu berasa sangsi untuk terima pinangan mereka.

“Sesudah tatap muka dengan pemilik club dan Tiago Pinto, saya segera pahami tekad mereka untuk AS Roma,” ungkapkan Mourinho kembali.

“Tekad dan dorongannya seperti yang selalu berikan motivasi saya dan bersama, kami ingin membuat project juara sepanjang sekian tahun di depan.”

“Saat itu, saya doakan Paulo Fonseca yang terbaik dan saya mengharap media menghargakan jika saya cuman akan bicara lebih jauh ketika waktunya. Daje Roma!” ujarnya.

Super Power Real Madrid: Main Jelek Tetapi Tidak Kalah

Super Power Real Madrid: Main Jelek Tetapi Tidak Kalah – Real Madrid punyai satu kemampuan spesial. Pasukan Zinedine Zidane tahu triknya menghindar kekalahan walau bermain jelek.

Terbaru, Madrid ditahan seimbang Chelsea 1-1 dalam tanding putaran pertama semi-final Liga Champions 2020/21, Rabu (28/4/2021). Score seimbang di kandang sendiri jelek, tetapi sesungguhnya Madrid mujur.

Los Blancos hampir kalah seandainya bukan lantaran gol pengimbang Karim Benzema. Chelsea tampil lebih bagus dan pantas menang, tetapi Madrid dapat meredam mereka secara baik.

Mencuplik Marca, hasil ini satu kali lagi memperjelas kemampuan Madrid di bawah Zidane: Main jelek, tetapi tidak kalah.

Chelsea lebih kuat

Permainan Madrid di pertandingan tempo hari memang jauh dari keinginan. Chelsea lebih kuat di semua faktor, mereka lebih lincah, semakin kuat, penyeleksian status oke, dan terlihat memperlihatkan keinginan tinggi.

Chelsea betul-betul membuat Madrid kerepotan. Los Blancos hampir kalah, mujur masih mempunyai Karim Benzema yang bisa saja pembanding.

Bila disaksikan dari kacamata yang lebih luas, hasil seimbang ini juga sesungguhnya tidak begitu jelek. Madrid betul-betul belingsatan diakhir musim ini karena pukulan cidera, Zidane pantas disanjung dapat menjaga status team sampai sekarang ini.

Chelsea dapat ditaklukkan

Selanjutnya, Madrid memperlihatkan jika Chelsea-nya Thomas Tuhel dapat ditaklukkan. Usaha itu yang bakal coba mereka kerjakan saat mengunjungi Stamford Bridge untuk putaran kedua minggu kedepan.

Chelsea mengetahui jika mereka sudah buang peluang bernilai. The Blues demikian gagah di set pertama tempo hari, tetapi mereka cuman dapat bermain seri 1-1.

Sekarang, Chelsea akan menyongsong Madrid dalam tanding 90 menit ke-2 . Madrid akan tiba lebih siap serta lebih optimis, Chelsea harus waspada.

Tanding di Stamford Bridge minggu kedepan bisa saja awalnya penyesalan Chelsea karena tidak dapat mengoptimalkan performa jelek Madrid di putaran pertama.

Ronald Koeman Pelatih Barcelona Musim Depan

Ronald Koeman Pelatih Barcelona Musim DepanĀ  – Ronald Koeman cukup optimis masalah tempatnya sebagai pelatih Barcelona. Koeman percaya ia tetap jadi juru strategi club asal Catalan pada musim depan.

Koeman dipilih sebagai pelatih Barcelona di awal musim 2020/2021 ini. Koeman dipercaya cuman jadi jalan keluar periode pendek selesai musim 2019/2020 yang berjalan jelek untuk team.

Pelatih 58 tahun itu tidak diunggulkan akan bertahan pada musim 2021/2022 kelak. Ada beberapa isu yang menyangkutkan status pelatih Barcelona dengan figur Xavi, legenda yang sangat disegani di club.

Koeman Percaya Bertahan

Xavi sekarang latih club asal Qatar, Al Sadd. Xavi dipandang sudah meningkatkan style bermain sepak bola menarik dan unik Barcelona di timnya. Xavi juga dipercaya ada pada gagasan Joan Laporta, presiden Barcelona.

Tetapi, di tengah-tengah kencangnya isu Xavi, Koeman punyai keyakinan diri tinggi. Pria dari Belanda menyaksikan dianya tetap duduk di bangku pelatih Barcelona musim depan.

“Presiden [Joan Laporta] semenjak hari awal sudah memperlihatkan suport dan kepercayaannya ke saya,” kata Koeman diambil dari Marca.

“Sampai yang terjadi kebalikannya karena itu saya akan menjelaskan hal sama. Maka pada konsepnya, saya menyaksikan diri saya sebagai pelatih untuk musim depan,” tegas Koeman.

Masih Punyai Kontrak

Ronald Koeman sudah menepiskan kebimbangan dengan kemampuannya sebagai pelatih hebat. Ia sudah memberi gelar Copa del Rey. Disamping itu, Barcelona tengah berkompetisi untuk titel juara La Liga 2020/2021 ini.

Kecuali titel juara yang telah dicapai, Koeman punyai argumen kenapa optimis akan masih latih Barcelona. Koeman masih mempunyai kontrak dengan Blaugrana sampai Juni 2022 kelak.

“Saya punyai kontrak. Bila bukan itu permasalahannya, kita perlu berbicara,” tegas bekas pelatih tim nasional Belanda itu.

Barcelona Tak Miliki Uang Untuk Pulangkan Neymar

Barcelona Tak Miliki Uang Untuk Pulangkan Neymar – Pertaruhan masalah hari esok Neymar pada akhirnya selekasnya menemui titik jelas. Selesai menolong PSG menjatuhkan Bayern Munchen dari Liga Champions lalu, Neymar diberitakan telah putuskan akan bertahan di dalam Paris.

Neymar telah lama dihubungkan dengan kembalinya ke Camp Nou. Beritanya ia sempat pernah frustrasi di Paris dan Lionel Messi menginginkannya balik ke Barcelona.

Barca bahkan juga pernah menawar Neymar, tetapi ditampik mentah-mentah oleh PSG dengan nilai jual yang demikian tinggi.

Sekarang keadaannya makin susah. Joan Laporta kemungkinan ketarik pulangkan Neymar, tetapi keadaan keuangan Barca betul-betul tidak memberikan dukungan.

Terlampau mahal

Barca sekarang ini terbelit hutang yang cukup masif, seputar 1,1 miliar euro. Karenanya, ongkos transfer dan beban upah Neymar mustahil disanggupi Barca.

Beberapa lalu, Catalunya Radio lewat Marca mengakui jika Barca siap bayar 70-80 juta euro untuk Neymar, tetapi angka itu terang terlampau kecil untuk PSG.

Permasalahan yang lain ialah tuntutan upah Neymar. Beritanya bintang Brasil ini menuntut upah 70 juta euro /tahun.

Barcelona tidak mampu penuhi jumlah sebesar itu. Sekarang ini hutang mereka terlampau besar, bahkan juga Barca mengharap dapat menggunting upah Messi.

Selekasnya tanda tangan kontrak baru?

Disamping itu, Neymar dan PSG sedang bagus-bagusnya di Liga Champions musim ini. PSG baru mengambil langkah ke semi-final, semakin dekat sama piala mimpi mereka.

Dengan semua alasan ini, susah memikirkan Barcelona dapat pulangkan Neymar. Barca cuman dapat menanti kontrak Neymar habis.

Permasalahannya, PSG tidak biarkan kontrak Neymar berjalan habis. Sekarang ini mereka sedang mengupayakan kontrak baru, pasti dengan nilai fenomenal yang tidak dapat diberi Barca.

Coutinho Sadar Benar Performanya Masih Menyebalkan di Barcelona

Philippe Coutinho Sadar Benar Performanya Masih Menyebalkan di Barcelona, Philippe Coutinho jujur mengaku jika performnya untuk Barcelona selama ini belum juga sama keinginan. Agar demikian, ia mengharap dapat dimaklumi sebab Barca sendiri sedang lewat saat-saat peralihan.

Musim ini ialah musim pembuktian Coutinho. Ia sesungguhnya dihadirkan di tahun 2018, tetapi termasuk tidak berhasil keseluruhan dan harus dipinjam oleh Bayern Munchen musim kemarin.

Kehadiran Ronald Koeman selaku pelatih baru juga jadi peluang baru untuk Coutinho. Ia diundang pulang ke Camp Nou dan sudah terjebak dalam 4 gol dalam delapan performanya di liga. Agar demikian, Coutinho tahu benar jika permainannya belum juga sama keinginan.

Belum sama harapan

Selaku pemain yang pernah tidak berhasil, sekarang Coutinho tahu benar jika performnya belum sama harapan. Ada beberapa permasalahan, terhitung sempat luka. Tetapi, saat ini Coutinho lebih percaya sebab keadaan moralnya lebih kuat.

“Saya ketahui perform saya belum juga sama harapan seluruh orang,” papar Coutinho diambil dari Goal.

“Barca jadi perhatian beberapa orang dan yang dapat saya ucapkan hanya saya telah bekerja lebih keras untuk tingkatkan mentalitas.”

“Dan saat ini, saya anggap saya telah lebih kuat dalam hal tersebut [mental],” paparnya.

Perubahan psikis

Coutinho juga menyaksikan dianya telah pada keadaan psikis yang lebih bagus. 2 tahun lalu ia tidak berhasil sebab desakan psikis dan perselisihan dengan supporter. Saat ini ia semakin tenang serta lebih sanggup melawannya.

“Setiap saat Anda kalah dalam laga penting, atmosfer frustrasi tentu tampil. Tetapi, saya menyaksikan seluruh pihak pengin mengganti peristiwa susah ini,” ikat Coutinho.

“Secara psikis saya telah lebih kuat dari mulanya dan team kami berusaha keras untuk mengganti keadaan suit ini.”

Perlu proses

Selanjutnya, Coutinho berasa kesusahan Barca sekarang ini tak perlu dicemaskan. Musim masih panjang, dan Barca kini sedang lewat saat-saat peralihan.

“Kami sedang dalam proses penyempurnaan. Kami bertukar pelatih, beberapa pemain, semuanya sisi proses dari revolusi,” ikat Coutinho.

“Anda harus sabar dan coba lakukan semua langkah agar dapat selekasnya tampil bagus,” tutupnya.

Istimewanya MotoGP 2021, Banyak Yang Berlangsung Perang Saudara

Istimewanya MotoGP 2021, Banyak Yang Berlangsung Perang Saudara, Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 sudah usai, di mana Alex Rins dari Suzuki Ecstar tampil jadi jawara. Sekarang, perhatian penjuru dunia juga berpindah ke ajang MotoGP 2021 yang akan diawali Maret kedepan.

Sedikit berlainan dengan musim-musim awalnya, Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 akan disemarakkan dengan adanya banyak perang saudara. Karena, ada tiga pasang rider yang disebut kakak beradik dan adalah line-up dari MotoGP 2021.

Pasangan pertama dan sekalian yang paling lama berkompetisi di gelaran MotoGP ialah Aleix Espargaro dan Pol Espargaro. Si kakak, yaitu Aleix, sebenarnya telah masuk ke kelas premier terlebih dulu, yaitu pada musim 2009.

Walau pada 2011 Aleix harus balik lagi ke Moto2, tetapi satu musim sesudahnya dia dipercayai kembali untuk ikut dalam gelaran MotoGP. Di MotoGP 2021, Aleix akan hadir untuk Aprilia, yaitu team yang telah dibelanya semenjak 2017.

Saat itu, Pol Espargaro baru naik ke kelas premier pada musim 2014. Bila dibanding dengan si kakak, prestasi Pol sedikit lebih bagus. Itu kenapa Repsol Honda mengambilnya untuk musim balap MotoGP 2021.

Pasangan kakak beradik ke-2 yang akan berkompetisi di MotoGP 2021 ialah Marc Marquez dan Alex Marquez. Seperti dijumpai, Marc Marquez sudah masuk ke kelas premier semenjak 2013 dan telah sekitar 6x memenangkan MotoGP.

Saat itu, Alex baru promo ke kelas khusus pada musim 2020. Sayang, dalam ajang MotoGP 2020 mereka tidak dapat berkompetisi di trek sebab Marquez harus mangkir sepanjang satu musim penuh karena luka di lengan kanannya.

Marquez barusan mengakhiri operasi ke-3 dan menurut prediksi dia harus istirahat sepanjang enam bulan untuk proses pengobatan. Dalam kata lain, karena itu tanding Marquez bersaudara di MotoGP 2021 akan terlambat minimum sampai Juni tahun depat.

Pasangan bersaudara paling akhir yang akan berkompetisi di MotoGP 2021 ialah Valentino Rossi dan Luca Marini. Sebatas info, Marini adalah adik tiri Rossi. Mereka lahir dari kandungan ibu yang serupa, tetapi berlainan ayah.

Marini adalah runner-up Moto2 2020. Sebab performa apiknya itu, dia juga mendapatkan peluang untuk naik kelas ke gelaran MotoGP 2021. Musim depan, Marini akan hadir untuk team Esponsosrama Ducati. Sedang Rossi, turun tingkat dari team pabrikasi Yamaha ke team satelit, Petronas SRT.