Manchester United Mundur Dari Pemburuan Kieran Trippier?

Manchester United Mundur Dari Pemburuan Kieran Trippier? Isu kepindahnya Kieran Trippier ke Manchester United pada panas musim ini terancam tidak berhasil. Setan Merah disampaikan mulai mengambil cara mundur dalam transfer si bek.

Trippier tengah populer di Spanyol dalam dua musim paling akhir. Ini karena dia tampil secara baik di baris pertahanan Atletico Madrid dan menolong Los Rojiblancos jadi juara La Liga musim kemarin.

Perform bagus Trippier ini mengundang perhatian Ole Gunnar Solskjaer. Bos Manchester United itu disampaikan ingin mengambilnya sebagai kompetitor Aaron Wan-Bissaka di samping kanan pertahanannya.

BBC Sports mengeklaim jika transfer ini kemungkinan akan gagal. Karena Manchester United mulai sangsi untuk datangkan si bek.

Penawaran Ditolak

Berdasar laporan itu, Manchester United telah melepas penawaran pertama untuk Trippier.

Mereka ajukan penawaran sejumlah 10 juta pounds untuk si bek. Angka ini dirasakan cukup oleh MU untuk memperoleh bek berumur 30 tahun itu.

Tetapi penawaran itu ditampik mentah – mentah oleh Atletico Madrid. Mereka beritanya inginkan 40 juta Euro untuk jasa si bek.

Mundur Perlahan-lahan

Laporan itu mengatakan jika Manchester United mundur perlahan-lahan sesudah ketahui harga Trippier.

Mereka sempat pernah ajukan penawaran ke-2  yang ditaksir ada di angka 20 juta pounds. Tetapi Atletico Madrid tidak bergerak dan masih tetap minta bayaran 40 juta Euro.

MU berasa harga itu terlampau mahal untuk bek 30 tahun yang kontraknya akan habis pada tahun 2023 . Maka mereka memutuskan untuk mundur.

Pilihan Alternative

Manchester United sendiri di sampai kan telah mempunyai pilihan alternative bila mereka tidak berhasil landingkan Trippier.

Mereka berminat untuk datangkan Max Aarons dari Norwich City.

Telah Saatnya Barcelona Berbicara: Adios, La Liga!

Telah Saatnya Barcelona Berbicara: Adios, La Liga! Barcelona kembali tidak berhasil manfaatkan peluang melonjak ke pucuk klassemen sementara La Liga. Mungkin, team bimbingan Ronald Koeman itu memanglah tidak ditakdirkan jadi juara pada musim ini.

Lionel Messi dkk cukup untung dapat mainkan pertandingan minggu ke-36 terlebih dahulu daripada dua kompetitornya, Atletico Madrid dan Real Madrid. Semestinya, kemenangan dapat membuat dua club itu jadi makin tertekan.

Peluang Barcelona mencetak kemenangan besar sekali, sehubungan mereka cuman bertemu dengan Levante yang menempati papan tengah klassemen. Gol dari Messi dan Pedri membuat Barcelona makin di atas angin.

Tapi, tanpa diakui, Levante sebagai tuan-rumah dapat dalam pertandingan ini dapat memberi perlawanan. Mereka menyamai score jadi 2-2. Ousmane Dembele membuat Barcelona kembali unggul, sampai Serio Leon membubarkan kemenangan mereka.

Barcelona Telah Tamat di Liga

Laga yang diadakan di Estadio Ciudad de Valencia itu juga usai dengan score seimbang 3-3. Barcelona, yang semestinya dapat merampas status pucuk dari Atletico, cuman dapat naik ke urutan ke-2 saja.

Status mereka belum betul-betul aman karena Real Madrid dapat mendahului jika sanggup menaklukkan Granada. Barcelona bisa juga ketinggalan jauh dari Atletico Madrid yang akan bermain menantang Real Sociedad hari Kamis (13/5/2021) esok.

Barcelona cuman dapat pasrah dan memberikan segala hal ke nasib dalam pemburuan gelar La Liga musim ini. Bahkan juga si pemain, Sergio Busquets, kelihatannya telah mengibarkan bendera putih.

“Kami mendapatkan status di mana kami berpikiran telah bermain secara baik, tetapi… liga secara ringkas usai sudah buat kami sekarang ini. Kami sudah bayar kekeliruan kami,” sebut Busquets.

Pergi dengan Perasaan Jelek

Ada beberapa penyesalan yang menyelimutinya pikiran Busquets selesai hadapi Levante barusan. Dia berasa jika teamnya semestinya dapat cetak gol semakin banyak dan tidak kecolongan dengan gampangnya.

“Kami pergi dengan hati jelek. Kami semestinya sanggup cetak gol semakin banyak tetapi hal umumnya terjadi, mereka sanggup cetak gol dengan demikian gampangnya,” sambungnya.

“Persis sama seperti pada beberapa laga awalnya, musuh kami cetak gol gampang. Levante manfaatkan kekeliruan kami, dan itu membuat kami kecolongan.”

Sama ini, Barcelona harus dapat sapu bersih dua pertandingan tersisa bila masih ingin keluar sebagai juara. “Sudah pasti, kesempatan kami memenangi gelar dengan beberapa partai yang masih ada benar-benar kecil,” ujarnya.

Dirugikan Wasit, Zidane: Madrid Semestinya Menang!

Dirugikan Wasit, Zidane: Madrid Semestinya Menang! Zinedine Zidane umumnya coba tutup mulut masalah beberapa keputusan wasit di atas lapangan. Tetapi, ini kali kelihatannya Zidane telah terlampau kecewa.

Senin (10/5/2021), Madrid ditahan seimbang Sevilla dengan score 2-2 dalam tanding kelanjutan La Liga. Di pertandingan berikut beberapa keputusan wasit polemis dan bikin rugi Madrid.

Persisnya pada menit ke-75, saat score masih 1-1, wasit Juan Martinez Munuera harus membuat keputusan besar. Madrid semestinya memperoleh penalti, tetapi awalnya ada sangkaan handball Eder Militao di kotak terlarang Madrid.

Wasit harus putuskan entahlah memberi penalti untuk Madrid atua penalti untuk Sevilla, dan ia pilih memberikan hadiah ke Sevilla.

Keputusan berikut yang membuat Zidane betul-betul geram. Apa ucapnya?

Optimis

Sebelumnya, Zidane memperjelas jika teamnya yakin bisa juara La Liga musim ini. Masihlah ada tiga pertandingan tersisa dan Madrid percaya dapat sapu bersih tiga pertandingan itu.

“Kami berasa optimis. Beberapa pemain memperlihatkan loyalitas mereka, karena mereka ingin memenangkan laga,” kata Zidane.

“Saya suka dengan jalannya laga. Kami akan hadapi tiga laga kembali dan kami akan berusaha sampai akhir.”

“Kami akan bermain kembali pada hari Kamis dan Minggu, dan kami akan konsentrasi ke beberapa laga ini,” paparnya.

Semestinya menang

Keputusan wasit betul-betul membuat Zidane geram. Karena bola sempat pernah sentuh badan Militao lebih dulu, baru sentuh lengannya.

Menurut ketentuan La Liga, semestinya kejadian begitu tidak terhitung handball. Entahlah kenapa wasit berbicara kebalikannya.

“Kita dapat berbicara, Anda [media] dapat menanyakan dan saya dapat menjawab, tetapi tidak ada verifikasi sekarang ini. Kami harus konsentrasi pada tiga pertandingan tersisa,” tegas Zidane.

“Saya kecewa dengan hasil ini, karena kami pantas memperoleh lebih bagus. Beberapa pemain sudah memberi segala hal di atas lapangan dan semestinya pantas menang.”

Dua set

Zidane mengaku pertandingan tidak jalan gampang, tetapi Madrid patut menang atas usaha keras mereka di set ke-2 . Sayang wasit membuat keputusan yang memiliki masalah.

“Kami tidak mengawali laga secara baik, tetapi kondisinya berlainan sesudah gol dan kami berkembang cepat. Kami pantas menang karena perform kami,” tutup Zidane.

Ronald Koeman Pelatih Barcelona Musim Depan

Ronald Koeman Pelatih Barcelona Musim Depan  – Ronald Koeman cukup optimis masalah tempatnya sebagai pelatih Barcelona. Koeman percaya ia tetap jadi juru strategi club asal Catalan pada musim depan.

Koeman dipilih sebagai pelatih Barcelona di awal musim 2020/2021 ini. Koeman dipercaya cuman jadi jalan keluar periode pendek selesai musim 2019/2020 yang berjalan jelek untuk team.

Pelatih 58 tahun itu tidak diunggulkan akan bertahan pada musim 2021/2022 kelak. Ada beberapa isu yang menyangkutkan status pelatih Barcelona dengan figur Xavi, legenda yang sangat disegani di club.

Koeman Percaya Bertahan

Xavi sekarang latih club asal Qatar, Al Sadd. Xavi dipandang sudah meningkatkan style bermain sepak bola menarik dan unik Barcelona di timnya. Xavi juga dipercaya ada pada gagasan Joan Laporta, presiden Barcelona.

Tetapi, di tengah-tengah kencangnya isu Xavi, Koeman punyai keyakinan diri tinggi. Pria dari Belanda menyaksikan dianya tetap duduk di bangku pelatih Barcelona musim depan.

“Presiden [Joan Laporta] semenjak hari awal sudah memperlihatkan suport dan kepercayaannya ke saya,” kata Koeman diambil dari Marca.

“Sampai yang terjadi kebalikannya karena itu saya akan menjelaskan hal sama. Maka pada konsepnya, saya menyaksikan diri saya sebagai pelatih untuk musim depan,” tegas Koeman.

Masih Punyai Kontrak

Ronald Koeman sudah menepiskan kebimbangan dengan kemampuannya sebagai pelatih hebat. Ia sudah memberi gelar Copa del Rey. Disamping itu, Barcelona tengah berkompetisi untuk titel juara La Liga 2020/2021 ini.

Kecuali titel juara yang telah dicapai, Koeman punyai argumen kenapa optimis akan masih latih Barcelona. Koeman masih mempunyai kontrak dengan Blaugrana sampai Juni 2022 kelak.

“Saya punyai kontrak. Bila bukan itu permasalahannya, kita perlu berbicara,” tegas bekas pelatih tim nasional Belanda itu.

Xavi Dapat Jadi Sir Alex Ferguson di Barcelona

Xavi Dapat Jadi Sir Alex Ferguson di Barcelona, Capres Barcelona Victor Font inginkan Xavi Hernandez jadi pelatih Blaugrana. Font ingin menyaksikan Xavi tahan lama di Camp Nou seperti seperti Sir Alex Ferguson di Manchester United.

Xavi sempat masuk selaku salah satunya calon pelatih Barcelona waktu Ernesto Valverde dikeluarkan. Tetapi, mereka selanjutnya pilih Quique Setien. Sesudah Setien dikeluarkan di akhir musim kemarin, Blaugrana sekarang ini dipegang Ronald Koeman. Pelatih dari Belanda itu sekrang sedang usaha kembalikan kemasyhuran Barca.

Xavi sendiri sekarang ini sedang latih club Qatar, Al-Sadd. Kontraknya di situ akan habis di akhir musim ini dan tidak ada perbincangan selanjutnya masalah ekstensi kontrak.

Tunjuk Xavi

Font akan maju dalam pilpres Barcelona pada 24 Januari kedepan. Bila dipilih selaku alternatif Josep Maria Bartomeu, ia akan menunjuk Xavi selaku pelatih. “Kami memutus beberapa tahun kemarin jika orang terhebat untuk menolong kami membuat organisasi kami ialah Xavi,” tutur Font ke Reuters.

“Baiknya kami dapat tempatkan Xavi selaku manager umum sepanjang tahun seperti Alex Ferguson di Manchester United. Tetapi jika ia perlu mainkan peranan lain, ia dapat fleksibel. Cuman sedikit orang yang punyai kualitas kepimpinan seperti ia.”

Tidak Seperti Guardiola

Sir Alex Ferguson ialah manager tersukses di sepak bola Inggris. Dia stelah memenangi 49 piala sepanjang 39 tahun profesi managerialnya, terhitung 38 bersama Manchester United.

Font inginkan Xavi berada di Barcelona sepanjang tahun dan tidak mengekspor kepiawaiannya ke tim-tim Eropa yang lain. “Saya sudah memberitahu Xavi jika kami tidak sanggup untuk mempunyai masalah lain seperti Pep Guardiola,” lanjut Font.

“Pep latih team khusus dengan benar-benar berhasil sepanjang sekian tahun selanjutnya ia berpindah dan ke persaingan lain (Bayern Munich dan Manchester City). Kami perlu mempunyai Xavi di club sepanjang 10 tahun di depan.”

Tidak Langsung Menggantikan Koeman

Meskipun begitu, Font memperjelas jika bukan bermakna Xavi akan gantikan Ronald Koeman dalam kurun waktu dekat. Koeman baru diangkat pada musim panas lalu dan dikontrak sampai 2022.

“Itu ialah keputusan yang akan dibikin direktur olahraga, tetapi kami mengucapkan syukur Ronald ambil rintangan ini di saat-saat susah. Kami suka menyaksikannya membuat keputusan berani dan mendayagunakan beberapa pemain muda yang punyai kekuatan,” sebut Font.

“Xavi punyai sudut pandang periode panjang. Ia baru 40 tahun, ia pernah ngomong ke saya jika profesi profesionalnya selaku pelatih masih panjang. Jadi tidak ada tekanan atau perselisihan.”